Ringkasan Berita:
Dinas Perhubungan Kepahiang memastikan tidak ada anggaran perbaikan LPJU pada 2026 akibat keterbatasan APBD. Kondisi ini membuat sejumlah kawasan perkantoran gelap, padahal dari 1.700 unit LPJU, sekitar 1.400 di antaranya rusak.
KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Gelapnya kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang pada malam hari kini menjadi sorotan.
Sejumlah lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang berada di lingkungan perkantoran dilaporkan rusak dan tidak berfungsi, membuat kawasan yang seharusnya representatif justru terlihat sepi dan minim penerangan.
Kondisi tersebut dipastikan belum akan mendapat penanganan dalam waktu dekat.
Dinas Perhubungan Kabupaten Kepahiang menyatakan bahwa pada tahun anggaran 2026, tidak terdapat alokasi dana untuk perbaikan LPJU.
Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran daerah yang belum mampu mengakomodasi kebutuhan perbaikan fasilitas penerangan jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepahiang, Devison, S.STp, menjelaskan bahwa ketiadaan anggaran tersebut sudah tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2026.
BACA JUGA: Anggaran Rp6 Miliar Disparpora Kepahiang Disorot Polda Bengkulu
Dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas, perbaikan LPJU belum menjadi prioritas utama.
“Iya, APBD kita terbatas anggaran, sehingga tahun ini tidak ada alokasi anggaran perbaikan lampu penerangan jalan,” ujar Devison.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa titik LPJU di kompleks perkantoran Pemkab Kepahiang tampak mati total.
Saat malam hari, kawasan tersebut terlihat gelap dan lengang, memunculkan kekhawatiran terkait kenyamanan serta keamanan bagi masyarakat maupun pegawai yang masih beraktivitas.
Padahal, penerangan jalan umum memiliki peran vital sebagai fasilitas pendukung aktivitas masyarakat, terutama di kawasan perkantoran dan jalan poros.
Selain menunjang keselamatan pengguna jalan, LPJU juga berfungsi mencegah potensi tindak kriminal di area yang minim cahaya.
BACA JUGA: Telaga Viral di Ring Road Kepahiang, Bupati Turun Langsung
Sebagai perbandingan, pada tahun anggaran 2025 lalu, Pemkab Kepahiang sempat mengalokasikan dana cukup besar untuk perbaikan LPJU.
Anggaran senilai Rp2 miliar digelontorkan untuk memperbaiki sebanyak 230 titik lampu penerangan jalan yang tersebar di jalan poros hingga kawasan perkantoran pemerintahan.
Dalam program tersebut, seluruh LPJU yang diperbaiki diganti menggunakan lampu jenis Light Emitting Diode (LED) yang dikenal lebih hemat energi dan memiliki usia pakai lebih panjang.
Selain itu, perbaikan juga dilengkapi dengan pemasangan box tiang guna menunjang keamanan instalasi listrik.
Namun, meski sempat dilakukan perbaikan, kondisi LPJU di Kabupaten Kepahiang secara keseluruhan masih memprihatinkan.
Dari total sekitar 1.700 unit lampu penerangan jalan yang tercatat, sebanyak 1.400 unit di antaranya dilaporkan dalam kondisi rusak atau tidak berfungsi optimal.
BACA JUGA: Intimidasi PPL Terbongkar, Kadis Pertanian Kepahiang Ambil Sikap Tegas!
Melihat angka tersebut, kebutuhan akan perbaikan LPJU terbilang mendesak.
Sayangnya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian prioritas pembangunan.
Devison mengungkapkan bahwa pihaknya tetap mengusulkan kembali anggaran perbaikan LPJU agar dapat dimasukkan dalam perencanaan anggaran berikutnya.
Harapannya, usulan tersebut dapat diakomodasi sehingga lampu-lampu jalan yang rusak bisa segera diperbaiki.
“Anggaran perbaikan LPJU ini kita usulkan di tahun ini, harapannya dapat diakomodir untuk memperbaiki lampu jalan yang masih rusak,” katanya.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dapat segera menemukan solusi atas persoalan penerangan jalan ini.
BACA JUGA: DBH Bengkulu Jadi Oksigen Terakhir Keuangan Kepahiang?
Selain berdampak pada estetika kota, minimnya penerangan juga berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan publik, terutama di area vital seperti kompleks perkantoran Pemkab Kepahiang.
Ke depan, perencanaan anggaran yang lebih berpihak pada fasilitas dasar publik dinilai penting agar wajah kota Kepahiang tidak terus diliputi gelap saat malam tiba. (*/red)





