Samsung akan merilis Galaxy Z TriFold, ponsel lipat tiga layar futuristik seharga hingga Rp40 jutaan, eksklusif untuk pasar Asia. (*/IST)
Ringkasan Berita:
° Samsung siap mengguncang pasar dengan Galaxy Z TriFold, ponsel lipat tiga layar pertama di dunia.
° Akan diluncurkan 5 Desember di Korea, harga tembus Rp30–40 jutaan!
° Sayangnya, hanya dijual di beberapa negara Asia. Inovatif, mahal, dan misterius—apakah layak diburu?
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Samsung tampaknya ingin menutup tahun dengan gebrakan besar.
Setelah sukses dengan seri Galaxy Z Fold dan Flip, raksasa teknologi Korea Selatan itu bersiap memperkenalkan Galaxy Z TriFold, ponsel lipat tiga layar pertama mereka—dan mungkin yang paling ambisius sejauh ini.
Menurut laporan dari media ternama Korea seperti The Chosun Daily dan Yonhap News, tanggal 5 Desember akan menjadi momen debut resmi perangkat futuristik ini.
Namun jangan terlalu berharap untuk mendapatkannya di toko lokal—karena Samsung kabarnya hanya akan menjualnya di pasar tertentu: Korea Selatan, China, Singapura, dan Uni Emirat Arab.
Tidak ada tanda-tanda perilisan global dalam waktu dekat.
Artinya, penggemar di Amerika atau Eropa harus gigit jari, setidaknya untuk sementara.
Harga yang beredar? Siapkan dompet tebal. Perangkat ini diperkirakan dijual di kisaran 3–4 juta won Korea (sekitar Rp30–40 jutaan).
Sumber lain bahkan menyebut angka $3.000 (sekitar 4,4 juta won)—setara dengan harga satu motor sport baru.
Dengan banderol seperti itu, Samsung tampaknya sadar produknya bukan untuk semua orang.
Perusahaan ini hanya menargetkan produksi awal sekitar 20.000–30.000 unit.
BACA JUGA: Samsung Galaxy Z Trifold Resmi Dipamerkan: Ponsel 3-Lipatan Pertama yang Siap Guncang Pasar!
Jumlah kecil, tapi cukup untuk menunjukkan kehebatan teknologi mereka.
Galaxy Z TriFold dikabarkan memiliki profil sangat tipis—hanya 4,2 mm saat terbuka dan 14 mm saat terlipat.
Meski membawa tiga layar, Samsung berhasil menjaga tampilannya tetap elegan, menyaingi Huawei Mate XTs Ultimate yang sudah lebih dulu tampil dengan desain serupa.
Page: 1 2
Aksi sejumlah pelajar mengendarai motor secara ugal-ugalan hingga dugaan balap liar meresahkan warga Tebing Tinggi,…
Martha Boru Napitupulu menjelaskan alasan pernikahan semarga menjadi pantangan dalam adat Batak.
Pemprov Sumsel mempercepat digitalisasi bansos setelah 4,3 juta KPM baru masuk penerima berdasarkan pemutakhiran data…
Herman Deru meninjau posko Karhutla Kertapati dan meminta layanan kesehatan diperkuat 24 jam bagi masyarakat…
Disdikbud Empat Lawang mengimbau seluruh sekolah menggunakan masker menyusul kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
Aroma asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)…