Godzilla El Nino 2026 Ancam Kesehatan, Ini Bahaya Nyatanya!

oleh -2353 Dilihat
oleh
El Nino 2026 berpotensi picu krisis kesehatan multidimensi. Waspadai panas ekstrem, polusi, dan kekeringan berkepanjangan. (*/Ilustrasi)

Di sisi lain, kekeringan yang berkepanjangan juga berdampak pada ketersediaan air bersih.

Hal ini bisa memicu peningkatan penyakit berbasis air dan sanitasi yang buruk, seperti diare dan infeksi kulit.

Kualitas Udara Memburuk

Ancaman lain yang tak kalah serius adalah penurunan kualitas udara.

Cuaca kering berkepanjangan sering kali meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, yang pada akhirnya menghasilkan kabut asap.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Terjang Palembang dan OKU, Pohon Tumbang hingga Atap Rumah Rusak

Situasi ini pernah dialami Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya, dan dampaknya sangat luas.

Paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat memperburuk penyakit pernapasan seperti asma, bronkitis, dan bahkan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dalam kondisi multi hazard, risiko ini menjadi berlipat ganda karena tubuh juga sedang menghadapi stres akibat suhu tinggi.

Hujan Tak Menentu, Risiko Penyakit Baru

Menariknya, El Nino tidak selalu identik dengan kekeringan total.

Dalam beberapa kasus, hujan justru turun secara sporadis dan tidak menentu.

BACA JUGA: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Empat Lawang Masuk Daerah Rawan Longsor

Kondisi ini menciptakan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Akibatnya, penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) berpotensi meningkat.

Ketidakpastian pola hujan juga menyulitkan masyarakat dalam mengantisipasi perubahan lingkungan, yang pada akhirnya memperbesar risiko kesehatan.

Perlu Kesiapsiagaan Kolektif

Menghadapi fenomena ini, para ahli menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini.

Edukasi masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak kesehatan.

BACA JUGA: Hujan Ekstrem Bikin Jalan Provinsi Empat Lawang Ambles

Langkah sederhana seperti menjaga hidrasi, menghindari paparan panas berlebih, menggunakan masker saat kualitas udara buruk, serta memastikan sanitasi lingkungan tetap terjaga bisa menjadi benteng pertama perlindungan.

Di tingkat kebijakan, pemerintah diharapkan memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan layanan kesehatan, serta memastikan distribusi air bersih dan logistik berjalan lancar selama periode kemarau panjang.

No More Posts Available.

No more pages to load.