Dalam pernyataan resminya, Potter mengaku terhormat dan bersemangat menerima tantangan ini.
“Saya sangat rendah hati, tetapi juga terinspirasi oleh kesempatan ini. Swedia memiliki pemain-pemain hebat yang tampil di liga terbaik dunia setiap pekan. Tugas saya adalah menciptakan kondisi agar kami bisa tampil di level tertinggi dan membawa Swedia ke Piala Dunia musim panas mendatang,” kata Potter.
Potter bukan sosok asing bagi publik Swedia. Ia pernah tinggal di negara tersebut dan mencatat kisah sukses luar biasa bersama klub Ostersund, yang ia bawa dari divisi empat hingga ke Liga Europa — bahkan sempat mengalahkan Arsenal di ajang tersebut.
BACA JUGA: Garnacho Dimarahi Pedro Neto, Chelsea Gagal Tembus Pertahanan Nottingham Forest
Pengalaman itu diyakini menjadi alasan utama Swedia mempercayakan kursi pelatih kepadanya.
Kendati perjalanan kariernya di Inggris tak selalu mulus — dengan catatan enam kemenangan dari 23 laga bersama West Ham — Potter tetap dikenal sebagai pelatih dengan filosofi sepak bola modern dan kemampuan membangun tim dari dasar.
Dalam wawancara dengan media lokal Fotbollskanalen, Potter mengungkapkan kedekatannya dengan Swedia.
“Saya mencintai Swedia dan sepak bolanya. Saya punya banyak hal untuk disyukuri dari pengalaman saya di sini. Jadi ya, ini kesempatan yang luar biasa bagi saya,” katanya.
Potter juga menegaskan bahwa dirinya belum ingin berhenti berkarier di dunia kepelatihan.
“Saya baru berusia 50 tahun dan masih punya banyak hal untuk diberikan. Bagi saya, bukan soal mencari pekerjaan di level tertentu, tapi tentang menemukan tempat di mana saya bisa membuat perbedaan,” ujarnya.
BACA JUGA: Fujifilm Borong Penghargaan Desain 2025: Trio Kamera yang Bikin Dunia Fotografi Terpukau
Swedia masih punya peluang lolos ke babak play-off, berkat posisi puncak mereka di grup Nations League 2024/25.
Namun, publik berharap kehadiran Potter mampu membawa angin segar dan mengembalikan kepercayaan diri para pemain bintang mereka.
Kini sorotan tertuju pada duet Potter dan Isak — dua sosok yang sama-sama ingin membuktikan diri setelah masa sulit.
Jika Potter berhasil mengembalikan ketajaman Isak, bukan tak mungkin Swedia kembali menjadi kekuatan berbahaya di kualifikasi Piala Dunia. (*/red)






