Categories: Headline Kasus Metropolis Palembang Pendidikan Sumsel

Guru SMAN 16 Palembang Minta Maaf Usai Tampar Rekan, Kasus Viral dan Berujung Laporan Polisi

Suretno mengaku menyesal atas perbuatannya dan berharap masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kalau bisa mediasi dengan baik-baik, saya mohon maaf nian, Ibu Yuli. Saya khilaf, tidak disengaja. Tolong, saya punya keluarga. Kalau saya berhenti kerja, kasihan anak bini saya,” ucapnya lirih.

Namun hingga kini korban Yuli tetap melanjutkan proses hukum dengan melapor ke SPKT Polsek Sako Palembang pada hari kejadian.

Laporan Polisi dan Penanganan Kasus

Kapolsek Sako AKP Makmun Nartawinata melalui Kanit Reskrim AKP Apriansyah membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.

BACA JUGA: Guru PNS SMAN 16 Palembang Diduga Dianiaya Rekan Sesama Guru PPPK, Kepala Dibenturkan ke Dinding

“Benar memang ada laporan hari Rabu kemarin. Saat ini kami sedang menindaklanjuti laporan tersebut,” tegas Apriansyah.

Korban Yuli sempat dirawat di RSK Hospital Kenten akibat pembengkakan di kepala. Sementara pelaku SR masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan pengawasan pihak kepolisian.

Kasus ini memicu perhatian publik setelah video penganiayaan dan permintaan maaf pelaku beredar luas di platform TikTok dan media sosial lainnya.

Banyak warganet menyerukan agar penyelesaian dilakukan secara adil tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dan profesionalitas guru.

Latar Belakang Ketegangan di Sekolah

Informasi yang dihimpun menyebutkan, hubungan antara Yuli dan SR memang sudah kurang harmonis sejak beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Tradisi Bekarang Jadi Inspirasi FKIP UM Palembang Tingkatkan Profesionalisme Guru

SR bahkan mengaku sering dibully oleh korban, sementara Yuli menilai SR memiliki dendam lama karena dirinya disangka ikut melaporkan kasus ke Inspektorat yang melibatkan SR dan Kepala Sekolah.

“Mereka menuduh saya melaporkan ke Inspektorat, padahal itu tidak benar,” tegas Yuli.

Kasus ini kini menjadi perhatian Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, yang disebut sedang mengumpulkan data untuk menilai pelanggaran kode etik guru di sekolah negeri tersebut.

Publik Soroti Etika dan Profesionalitas Guru

Kasus SMAN 16 Palembang ini memunculkan perdebatan publik mengenai profesionalitas tenaga pendidik dan cara menyelesaikan konflik internal sekolah.

Page: 1 2 3

Lintang Pos

Share
Tags: guru minta maaf guru Palembang kasus penganiayaan guru SMAN 16 Palembang kasus viral Palembang laporan guru ke Polsek Sako Palembang penganiayaan guru permintaan maaf guru setelah tampar rekan Polsek Sako SMAN 16 Palembang Suretno video guru tampar rekan viral di TikTok Yuli Nuriza

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Religi
  • Sumsel

DMI Empat Lawang Tegaskan Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban

Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

DMI Sumsel Tegaskan Empat Lawang Harus Jadi Pusat Gerakan Masjid

Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

DMI Empat Lawang Bangkit, Kepengurusan Baru Resmi Dilantik

Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…

2 hari ago
  • Artikel
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

Deah Monica Soroti Tata Ruang dan Permukiman di Sekitar Rel Kereta Api Empat Lawang

Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Api Berkobar di Tebing Alay, BPBD Turunkan Enam Personel

Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…

3 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Delapan Pekerja Sekolah Rakyat Dipulangkan, Buntut Aksi Ngadu ke Bupati

Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…

3 hari ago