Meski demikian, ia memastikan bahwa anak dari terlapor tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
“Sekolah tetap menjamin hak pendidikan siswa. Namun kami juga harus menjaga martabat guru yang telah bekerja dengan dedikasi,” tegasnya.
Zulinto juga menegaskan bahwa seluruh guru di Palembang bersatu dalam memberikan dukungan moral terhadap Maya Handayani.
“Kalau satu guru dicubit, seribu guru akan merasakannya. Hari ini ada 200 guru yang datang memberi dukungan, tapi kalau diperlukan, 2.000 pun siap turun. Ini bentuk solidaritas dan persatuan kami,” tutupnya.
Kasus ini kini tengah dalam proses pemeriksaan di Polda Sumatera Selatan.
Pihak penyidik akan mendalami laporan tersebut, termasuk isi video yang diduga mencemarkan nama baik guru SMKN 7 Palembang itu. (*/red)





