Meski demikian, ia memastikan bahwa anak dari terlapor tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
“Sekolah tetap menjamin hak pendidikan siswa. Namun kami juga harus menjaga martabat guru yang telah bekerja dengan dedikasi,” tegasnya.
Zulinto juga menegaskan bahwa seluruh guru di Palembang bersatu dalam memberikan dukungan moral terhadap Maya Handayani.
“Kalau satu guru dicubit, seribu guru akan merasakannya. Hari ini ada 200 guru yang datang memberi dukungan, tapi kalau diperlukan, 2.000 pun siap turun. Ini bentuk solidaritas dan persatuan kami,” tutupnya.
Kasus ini kini tengah dalam proses pemeriksaan di Polda Sumatera Selatan.
Pihak penyidik akan mendalami laporan tersebut, termasuk isi video yang diduga mencemarkan nama baik guru SMKN 7 Palembang itu. (*/red)
Page: 1 2
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…