Ribuan kepala keluarga menggantungkan hidup dari sektor ini, baik sebagai petani, buruh kebun, maupun pelaku usaha turunannya.
BACA JUGA: Gebrakan Baru! Muba Buka ‘Jalur Cepat’ Pendidikan Gratis untuk Cetak SDM Sawit Kelas Industri
Kenaikan harga TBS, meski belum sepenuhnya dirasakan merata, tetap memberi harapan baru bagi roda ekonomi daerah.
Perputaran uang di desa-desa penghasil sawit mulai terasa meningkat, terutama menjelang akhir bulan.
Dengan tren harga yang cenderung positif, masyarakat berharap ada kebijakan atau mekanisme yang dapat memperkecil selisih harga antara tingkat petani dan pabrik.
Transparansi harga, efisiensi rantai distribusi, serta dukungan infrastruktur dinilai menjadi kunci agar kesejahteraan petani sawit benar-benar meningkat.
Untuk sementara, petani di OKU memilih tetap bersabar dan berharap tren kenaikan harga sawit ini bukan sekadar lonjakan sesaat, melainkan awal dari stabilitas harga yang lebih baik di sepanjang tahun 2026. (*/red)






