Ringkasan Berita:
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, kembali naik menjadi Rp 3.280/kg di tingkat pabrik. Kenaikan yang berlangsung tiga pekan terakhir ini belum sepenuhnya dirasakan petani karena harga di kebun masih jauh lebih rendah.
OKU, LINTANGPOS.com – Kabar kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan petani dan pelaku usaha sawit di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Setelah sempat stagnan di awal tahun, harga TBS di tingkat pabrik kini menunjukkan tren positif dan konsisten meningkat dalam tiga minggu terakhir.
Pada Senin (26/01/2026), harga TBS kelapa sawit di Kabupaten OKU resmi dipatok di angka Rp 3.280 per kilogram untuk tingkat pabrik.
Angka ini menjadi angin segar, terutama bagi para pengepul dan petani yang sebelumnya sempat khawatir harga sawit kembali melemah seperti akhir tahun lalu.
Pedagang pengepul buah sawit, Anwar (46), mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini sudah berlangsung secara bertahap sejak awal Januari 2026.
Menurutnya, harga TBS di minggu pertama Januari masih berada di kisaran Rp 3.230 per kilogram.
BACA JUGA: Subuh Berdarah di Kebun Sawit! Pemuda 22 Tahun Ditemukan Tewas, Leher Hampir Terputus
“Sekarang sudah naik Rp 50 per kilo. Kenaikan ini sudah jalan hampir tiga minggu terakhir,” kata Anwar kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Anwar menjelaskan, tren kenaikan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari permintaan pabrik yang meningkat hingga pasokan buah sawit yang tidak terlalu melimpah akibat faktor cuaca.
Kondisi ini membuat pabrik berani menaikkan harga beli demi menjaga ketersediaan bahan baku.
“Kalau stok menipis sementara permintaan tetap, biasanya harga ikut naik. Apalagi kualitas buah petani juga lagi bagus,” tambahnya.
Harga Naik, Tapi Belum Merata
Meski harga TBS di tingkat pabrik mengalami kenaikan, kondisi berbeda justru dirasakan oleh petani sawit di lapangan.
BACA JUGA: Tiga Tahun Kabur! Sopir Sawit Akhirnya Diciduk di Rumahnya Saat Malam Hari, Apa Kasusnya?
Salah seorang petani sawit di Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU, Ridwan (62), menyebutkan bahwa harga yang diterima petani masih berada jauh di bawah harga pabrik.





