Namun, dalam pemantauan di lapangan ditemukan adanya penjualan beras SPHP di beberapa kios Pasar Pulo Mas.
Diduga beras tersebut dipasok dari Kabupaten Lahat, meski Dinas Ketahanan Pangan Empat Lawang tidak merekomendasikan distribusi tersebut jika melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Peran Bulog dan RPK
Keterlibatan RPK dalam distribusi beras SPHP sebelumnya sempat berjalan positif.
Menurut keterangan Fafi Fortuna, pada Februari 2025 lalu, RPK di Tebing Tinggi tercatat menyalurkan hingga 40 ton beras SPHP ke masyarakat.
BACA JUGA: Polisi Sita 1,7 Kg Emas Ilegal di Jambi, Tiga Pengepul Jadi Tersangka
“Kami berharap Bulog Lahat bisa kembali bekerja sama, sehingga RPK bisa berperan aktif menjaga ketersediaan beras murah di pasaran,” tambah Taufiqurrahman.
Langkah Cepat Pemerintah
Selain berharap pada peran Bulog, Dinas Ketahanan Pangan Empat Lawang terus bergerak cepat. GPM dan operasi pasar akan terus digelar secara berkala di berbagai kecamatan.
Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.
Dengan stok yang masih aman dan harga yang terkendali, masyarakat Empat Lawang diharapkan tidak panik menghadapi isu kenaikan harga kebutuhan pokok.
Pemerintah berkomitmen menjaga kestabilan pasokan dan harga, terutama beras sebagai kebutuhan utama. (*/red)






