Program tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan nilai tambah produk lokal, sekaligus menghadirkan layanan ekonomi yang lebih dekat kepada masyarakat.
Tak hanya itu, Fauzan menjelaskan bahwa wajah koperasi Indonesia kini terus berkembang.
BACA JUGA: Kepala Cabang Koperasi Diduga Bobol Dana Rp1,37 Miliar!
Koperasi tidak lagi terbatas pada sektor simpan pinjam, tetapi telah merambah berbagai bidang produktif, mulai dari pertanian, perkebunan kelapa sawit, energi terbarukan, hingga industri kreatif dan ekonomi digital.
Menurutnya, koperasi masa kini harus mampu memanfaatkan teknologi informasi, mengembangkan sistem pelayanan digital, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
“Koperasi modern harus profesional, transparan, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pemerintah daerah, gerakan koperasi, dan para pemangku kepentingan untuk terus melakukan pembinaan agar semakin banyak koperasi modern lahir di berbagai daerah.
BACA JUGA: Buron 8 Bulan, Eks Kepala Koperasi di Banyuasin Ditangkap di Bali Usai Gelapkan Rp209 Juta
Menutup pidatonya, Fauzan menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang kuat apabila ekonomi rakyat tertinggal dan desa tidak berdaya.
Karena itu, semangat gotong royong harus terus menjadi fondasi dalam membangun koperasi yang sehat dan mandiri.
“Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 hendaknya menjadi momentum memperkuat solidaritas, meningkatkan tata kelola, memperluas manfaat koperasi, serta menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (red)





