Categories: Bengkulu Kepahiang Kesehatan

Hasil Uji Lab Kasus MBG Kepahiang Belum Terungkap

KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Hasil uji laboratorium terhadap sampel menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan keracunan massal di SDN 18 Taba Tebelet, Kabupaten Kepahiang, hingga Kamis (11/6/2026) petang masih belum diterima oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kepahiang, Wisnu Irawan, S.Kep, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh BPOM.

“Belum, hasil pengujian sampel dari BPOM belum kami terima,” ujar Wisnu saat dikonfirmasi.

Belum terbitnya hasil resmi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Upload Foto Menu MBG Bisa Dipidana? Simal Klarifikasi BGN Berikut!

Publik berharap proses pengujian berlangsung transparan dan hasilnya segera diumumkan guna mengungkap penyebab pasti insiden yang menyebabkan belasan siswa, seorang guru, dan seorang penjaga sekolah mengalami keracunan.

Keterlambatan keluarnya hasil laboratorium juga berdampak pada operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Taba Tebelet yang dikelola Yayasan Putri Bungsu Asia.

Sejak insiden terjadi, dapur penyedia MBG tersebut tidak lagi menyalurkan makanan kepada penerima manfaat.

Padahal, SPPG Taba Tebelet melayani sekitar 1.700 penerima manfaat Program MBG yang tersebar di lima sekolah di wilayah Kabupaten Kepahiang.

BACA JUGA: Tak Mau Anak Terlewat, MBG Empat Lawang Tembus Wilayah Pelosok

Sebagai bagian dari penyelidikan, petugas telah mengambil sejumlah sampel makanan yang disajikan pada hari kejadian.

Sampel tersebut meliputi nasi, pergedel tahu, sambal telur, buah salak, serta tumis jagung dan kol.

Selain itu, sisa makanan dalam kemasan plastik, air minum isi ulang, dan dua botol sampel air sumur dari dapur SPPG Taba Tebelet juga turut diamankan untuk diperiksa.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk evaluasi terhadap standar kebersihan, sanitasi, serta kelayakan operasional dapur penyedia makanan MBG.

BACA JUGA: Only 72% of South Sumatra MBG Kitchens Meet Hygiene Standards

Diketahui, insiden keracunan terjadi setelah para korban mengonsumsi menu MBG pada 4 Juni 2026.

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: BPOM Dinas Kesehatan Kepahiang hasil uji laboratorium keracunan massal Makan Bergizi Gratis MBG Kepahiang SDN 18 Taba Tebelet SPPG Taba Tebelet

Recent Posts

  • Artikel
  • Nasional

Sulit Bilang “Tidak”? Bisa Jadi Kamu Seorang People Pleaser

People pleaser kerap mengutamakan kebahagiaan orang lain hingga lupa mengenali dan memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.

14 jam ago
  • Artikel
  • Nasional

Membantu Orang Lain Jangan Sampai Bikin Diri Sendiri Kekurangan

Indah SJ mengingatkan pentingnya mengenali kapasitas dan batas diri saat membantu orang lain agar tidak…

14 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polisi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diminta Jangan Bakar Lahan

Polsek Talang Padang menggencarkan patroli Karhutla dan mengajak warga tidak membakar lahan demi menjaga lingkungan…

15 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polsek Muara Pinang Gencarkan Makmano Karhutla

Polsek Muara Pinang menggencarkan Makmano Karhutla melalui patroli dan edukasi warga untuk mencegah pembakaran hutan…

20 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Makmano Karhutla Digencarkan, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

Polsek Talang Padang menggencarkan Makmano Karhutla di Kembahang Baru dan mengimbau warga tidak membuka lahan…

20 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Pekarangan Bergizi Dicek, Upaya Ketahanan Pangan Diperkuat

Bhabinkamtibmas Desa Kungkilan mengecek Pekarangan Bergizi sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan dan kemandirian pangan warga.

20 jam ago