Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital, terutama bagi pelaku usaha muda dan kreatif.
Literasi keuangan yang baik, menurutnya, perlu diiringi pemanfaatan teknologi secara optimal.
BACA JUGA: L300 2026 Hadir Lagi, Ini Rahasia Tetap Jadi Raja Niaga
Herman Deru berharap hasil Jelajah UMKM Sumsel 2026 nantinya dapat memberikan potret komprehensif sekaligus masukan konstruktif bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan.
“Harapan saya, setelah proses jelajah ini selesai, Bisnis Indonesia dapat memberikan potret komprehensif serta masukan konstruktif bagi pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia ingin pelaku UMKM muda dan kreatif tidak hanya memproduksi atau memajang barang di rumah, tetapi mampu mengemas dan memasarkannya melalui ekosistem digital.
“Tidak hanya memajang produk di rumah, tetapi mampu mengemas dan memasarkannya melalui ekosistem digital,” tambahnya.
BACA JUGA: Markup AVR PLTA Musi, Tersangka Baru Ditahan
Kolaborasi lintas sektor juga dinilai penting untuk memperkuat UMKM.
Dukungan dunia perbankan, termasuk Bank Sumsel Babel (BSB), diharapkan memberikan kepastian kepada pelaku usaha bahwa mereka memiliki mitra dalam mengembangkan bisnis.
Bagi Herman Deru, penguatan jaringan, akses pasar, kemampuan digital dan dukungan pembiayaan merupakan bagian penting agar UMKM Sumsel tidak berhenti pada sekadar bertahan, tetapi mampu tumbuh dan naik kelas. (*/red)






