Categories: Berita Empat Lawang Headline Sumsel

Hotspot Sumsel Capai 1.502 Titik Empat Lawang Siaga, Karhutla Masih Terkendali

PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Jumlah hotspot atau titik panas di Sumatera Selatan sepanjang periode 1 Januari hingga 15 Juni 2026 mencapai 1.502 titik.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Muara Enim dan Lahat menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak seiring meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau mulai berlangsung.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan berdasarkan pemantauan hingga pertengahan Juni 2026, hotspot di Kabupaten Muara Enim tercatat sebanyak 303 titik, sedangkan Kabupaten Lahat mencapai 283 titik.

Menurutnya, peningkatan jumlah hotspot mulai terlihat sejak Mei hingga pertengahan Juni 2026, sejalan dengan masuknya musim kemarau di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

BACA JUGA: Karhutla di Sumsel Capai 3.859 Hektare hingga September 2025, Turun Drastis Dibanding 2023

“Sepanjang Mei 2026 tercatat sebanyak 708 hotspot. Angka ini menjadi jumlah tertinggi untuk periode bulan Mei sejak tahun 2015,” ujar Sudirman.

Sementara itu, pada periode 1 hingga 15 Juni 2026, jumlah hotspot kembali mencapai 408 titik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.

Meski terjadi peningkatan hotspot di Sumatera Selatan, kondisi di Kabupaten Empat Lawang hingga saat ini masih relatif terkendali.

BACA JUGA: Dari Bencana hingga Prestasi, Sumsel Melangkah Penuh Dinamika

Kepala BPBD Empat Lawang, Zulfitri, mengatakan daerahnya belum masuk dalam kategori prioritas penanganan karhutla karena belum terjadi kebakaran yang mencapai tahap kritis.

“Untuk Kabupaten Empat Lawang sendiri, belum menjadi tahapan penangan prioritas. Karena memang belum ada kejadian karhutla yang sampai tahap kritis,” kata Zulfitri.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang menguntungkan bagi Kabupaten Empat Lawang adalah tidak adanya lahan gambut yang umumnya lebih rentan mengalami kebakaran dan sulit dipadamkan.

“Meski demikian, kita tetap waspada dan bersiap jika sewaktu-waktu terjadi karhutla,” ujarnya.

BACA JUGA: Pejabat dan Direktur CV Ditangkap dalam Skandal Pompa Portable Rp1,17 Miliar

Zulfitri menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau berlangsung.

Page: 1 2

Redaksi

Recent Posts

  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

BPBPK Sumsel Tinjau Lokasi SPAM Sekolah Rakyat Empat Lawang

BPBPK Sumsel meninjau lokasi SPAM Sekolah Rakyat di Puncak Are, Empat Lawang, mencakup rencana IPA,…

14 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Kasus
  • Sumsel

Dua Warga Diamankan Polisi Saat Bakar Lahan di Empat Lawang

Dua warga diamankan Polres Empat Lawang setelah ditemukan di lokasi lahan terbakar dekat RSUD. Polisi…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

PAKEM Empat Lawang Soroti Potensi Gangguan Kerukunan

Kejari Empat Lawang memperkuat koordinasi PAKEM untuk memantau perkembangan aliran kepercayaan dan keagamaan demi menjaga…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

HUT ke-81 TNI, Polsek dan Koramil di Empat Lawang Perkuat Sinergi

Peringati HUT ke-81 TNI, Polsek jajaran Polres Empat Lawang mengunjungi Koramil untuk memperkuat sinergi dan…

3 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Kasus
  • Sumsel

Tersangka Maling Motor di Parkiran Indomaret Tertangkap di Kebun Sawit

Polres Empat Lawang menangkap AS, terduga pelaku curanmor, di pondok kebun sawit Lahat. Polisi mengamankan…

4 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polisi Empat Lawang Dorong Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla

Polisi Empat Lawang mendorong pemanfaatan pekarangan bergizi sekaligus memperkuat pencegahan karhutla melalui patroli dan sambang…

4 hari ago