Hujan Cuma Sejam, Kota Macet Total! Jalan Tjek Syech Mendadak ‘Jadi Kolam’ Dekat Mesjid Agung

oleh -138 Dilihat
oleh
Hujan deras bikin Jalan Tjek Syech kembali terendam. Pengendara terjebak, motor mogok, warga tuntut perbaikan drainase di kawasan Mesjid Agung, Kamis (4/12/2025). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Hujan deras satu jam membuat Jalan Tjek Syech dekat Mesjid Agung SMB WiKramo kembali tergenang.

° Pengendara terpaksa berhenti, sebagian menuntun motor yang mogok.

° Warga mengeluhkan drainase buruk dan berharap pemerintah segera memperbaikinya.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan pusat kota pada Kamis (4/12/2025) siang membuat Jalan Tjek Syech, yang berada di lingkungan Mesjid Agung SMB WiKramo, kembali tergenang air.

Dalam waktu singkat, sejumlah titik di area tersebut tampak terendam, menyulitkan pengendara yang melintas dan mengganggu aktivitas warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan banyak pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa menghentikan laju kendaraan demi menghindari kerusakan mesin.

Beberapa warga bahkan memilih menuntun motor mereka agar tidak semakin terendam air.

Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Mesjid Agung tersendat dan menambah kepadatan.

Mona, salah satu warga setempat, mengatakan intensitas hujan kali ini sangat tinggi.

BACA JUGA: Banjir Beasiswa! UT Buka Peluang Kuliah Gratis & Tunjangan Hidup, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!

Menurutnya, hanya dalam waktu sekitar satu jam, air sudah menggenangi wilayah tersebut.

“Kadang kita juga bingung. Jalan Tjek Syech kalau ditarik lurus ke Sungai Musi paling ada 250 meter. Tapi bisa tergenang ketika hujan turun. Artinya drainase tak berfungsi maksimal,” ujarnya.

Genangan air yang cukup tinggi juga berdampak pada kerusakan kendaraan. Yono, salah satu pengendara motor, tampak pasrah saat motornya mogok akibat kemasukan air.

“Sudah takdir, Kak. Nak diapoin lagi,” katanya singkat sambil menepi ke pinggir jalan menunggu bantuan.

Warga berharap pemerintah kota segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap sistem drainase di kawasan tersebut.

Pasalnya, wilayah yang berada di jantung kota ini merupakan jalur utama menuju kawasan perdagangan dan wisata religi, sehingga genangan yang terus berulang dianggap tidak boleh dibiarkan. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search