Hujan Deras, Jalan Lintas Mura–Pali Lumpuh Terendam Banjir

oleh -67 Dilihat
oleh
Luapan Sungai Jernih akibat hujan deras merendam Jalan Lintas Musi Rawas–Pali. Polisi mengimbau pengguna jalan berhati-hati dan mencari jalur alternatif, Senin (2/2/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

Hujan deras sejak Minggu sore hingga Senin pagi menyebabkan Jalan Lintas Musi Rawas–Pali di Desa Harapan Makmur terendam banjir akibat luapan Sungai Jernih. Genangan air menghambat aktivitas warga dan arus lalu lintas kendaraan.


MUSI RAWAS, LINTANGPOS.com – Intensitas hujan yang tinggi sejak Minggu sore (1/2/2026) hingga Senin pagi (2/2/2026) kembali membawa dampak serius bagi masyarakat Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Akses utama Jalan Lintas Musi Rawas–Pali, tepatnya di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, terendam banjir akibat luapan Sungai Jernih.

Genangan air yang menutupi badan jalan tersebut menghambat aktivitas warga, khususnya para pengguna jalan yang hendak melintas menuju Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) maupun sebaliknya ke arah Palembang.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas melambat dan berisiko bagi keselamatan pengendara, baik roda dua maupun roda empat.

Kapolsek Muara Lakitan, AKP Hendrawan, membenarkan terjadinya banjir di jalur vital tersebut.

Menurutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Muara Lakitan tanpa henti sejak sore hari menjadi penyebab utama meluapnya Sungai Jernih hingga merendam sebagian ruas jalan.

BACA JUGA: HGU-IUP Picu Konflik, BAM DPR Dibanjiri Aspirasi Rakyat, Ada Dugaan Kriminalisasi hingga Plasma Tak Jalan

“Banjir itu akibat luapan air dari Sungai Jernih karena hujan yang terus turun sejak kemarin sore. Biasanya, jika hujan berhenti, air akan segera surut,” ujar AKP Hendrawan kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, kondisi serupa bukan kali pertama terjadi. Jalan lintas Mura–Pali memang dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

Luapan sungai kerap menggenangi jalan, meski umumnya tidak berlangsung lama.

Meski demikian, AKP Hendrawan menegaskan bahwa genangan air tetap berpotensi menghambat laju kendaraan.

Kedalaman air di beberapa titik membuat pengendara harus ekstra waspada agar tidak mengalami mogok atau kecelakaan.

“Untuk kendaraan kecil, sebaiknya menunggu air surut terlebih dahulu. Atau bisa memilih jalur alternatif bagi warga yang ingin menuju Palembang, begitu juga sebaliknya,” jelasnya.

BACA JUGA: Tak Lagi Kebanjiran, KUA Baturaja Timur Resmi Pindah Lokasi

Ia juga mengungkapkan bahwa banjir akibat luapan Sungai Jernih pernah terjadi sebelumnya, tepatnya pada 8 Januari 2026 lalu.

Saat itu, genangan air merendam sejumlah bagian jalan, namun hanya berlangsung sekitar empat jam sebelum akhirnya surut dan kembali normal.

“Kurang lebih empat jam air sudah mulai surut dan kendaraan bisa melintas seperti biasa. Saat ini anggota kami juga sudah turun ke lokasi untuk memantau kondisi,” bebernya.

Kehadiran petugas di lokasi diharapkan dapat membantu mengatur lalu lintas sekaligus memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar tetap mengutamakan keselamatan.

Polisi juga terus memantau perkembangan debit air Sungai Jernih, mengingat intensitas hujan di wilayah Musi Rawas masih cukup tinggi.

AKP Hendrawan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, terutama saat melintas di jalur rawan banjir seperti Jalan Lintas Mura–Pali.

BACA JUGA: BNPB Turun Tangan! OKI Terima Bantuan Rp395 Juta untuk Banjir

Ia mengingatkan agar pengendara tidak memaksakan diri menerobos genangan air yang cukup dalam karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Waspada sangat diperlukan, apalagi saat hujan deras seperti sekarang. Beberapa titik di jalan lintas ini memang sering tergenang akibat luapan sungai,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi genangan air masih terpantau di beberapa titik, namun diharapkan akan segera surut seiring berkurangnya intensitas hujan.

Warga pun berharap adanya solusi jangka panjang agar banjir musiman di jalur vital tersebut tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.