Hujan Deras, Jalan Lintas Mura–Pali Lumpuh Terendam Banjir

oleh -620 Dilihat
oleh
Luapan Sungai Jernih akibat hujan deras merendam Jalan Lintas Musi Rawas–Pali. Polisi mengimbau pengguna jalan berhati-hati dan mencari jalur alternatif, Senin (2/2/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

Hujan deras sejak Minggu sore hingga Senin pagi menyebabkan Jalan Lintas Musi Rawas–Pali di Desa Harapan Makmur terendam banjir akibat luapan Sungai Jernih. Genangan air menghambat aktivitas warga dan arus lalu lintas kendaraan.


MUSI RAWAS, LINTANGPOS.com – Intensitas hujan yang tinggi sejak Minggu sore (1/2/2026) hingga Senin pagi (2/2/2026) kembali membawa dampak serius bagi masyarakat Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Akses utama Jalan Lintas Musi Rawas–Pali, tepatnya di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, terendam banjir akibat luapan Sungai Jernih.

Genangan air yang menutupi badan jalan tersebut menghambat aktivitas warga, khususnya para pengguna jalan yang hendak melintas menuju Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) maupun sebaliknya ke arah Palembang.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas melambat dan berisiko bagi keselamatan pengendara, baik roda dua maupun roda empat.

Kapolsek Muara Lakitan, AKP Hendrawan, membenarkan terjadinya banjir di jalur vital tersebut.

Menurutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Muara Lakitan tanpa henti sejak sore hari menjadi penyebab utama meluapnya Sungai Jernih hingga merendam sebagian ruas jalan.

BACA JUGA: HGU-IUP Picu Konflik, BAM DPR Dibanjiri Aspirasi Rakyat, Ada Dugaan Kriminalisasi hingga Plasma Tak Jalan

“Banjir itu akibat luapan air dari Sungai Jernih karena hujan yang terus turun sejak kemarin sore. Biasanya, jika hujan berhenti, air akan segera surut,” ujar AKP Hendrawan kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, kondisi serupa bukan kali pertama terjadi. Jalan lintas Mura–Pali memang dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

Luapan sungai kerap menggenangi jalan, meski umumnya tidak berlangsung lama.

Meski demikian, AKP Hendrawan menegaskan bahwa genangan air tetap berpotensi menghambat laju kendaraan.

Kedalaman air di beberapa titik membuat pengendara harus ekstra waspada agar tidak mengalami mogok atau kecelakaan.

“Untuk kendaraan kecil, sebaiknya menunggu air surut terlebih dahulu. Atau bisa memilih jalur alternatif bagi warga yang ingin menuju Palembang, begitu juga sebaliknya,” jelasnya.

BACA JUGA: Tak Lagi Kebanjiran, KUA Baturaja Timur Resmi Pindah Lokasi

Ia juga mengungkapkan bahwa banjir akibat luapan Sungai Jernih pernah terjadi sebelumnya, tepatnya pada 8 Januari 2026 lalu.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.