Ringkasan Berita:
° Intensitas hujan yang terus meningkat membuat enam daerah di Sumatera Selatan resmi menaikkan status siaga banjir dan longsor.
° Ogan Ilir menjadi wilayah terbaru menyusul lima daerah lain.
° BPBD Sumsel mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi kian menguat.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Hujan yang turun nyaris tanpa jeda dalam beberapa hari terakhir menjadi alarm keras bagi Sumatera Selatan.
Dampaknya nyata: enam daerah di provinsi ini resmi menaikkan status siaga bencana banjir dan longsor sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman hidrometeorologi.
Kabupaten Ogan Ilir menjadi daerah terbaru yang menetapkan status siaga.
Dengan keputusan tersebut, jumlah wilayah berstatus siaga di Sumsel kini genap enam daerah.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan peningkatan status dilakukan setelah melihat tren curah hujan yang terus meningkat dan berpotensi memicu bencana.
“Ogan Ilir baru menetapkan statusnya menjadi siaga bencana banjir dan longsor. Dengan tambahan ini, maka kini sudah enam daerah yang menaikkan status siaga,” ujar Sudirman, Minggu (14/12/2025).
BACA JUGA: Banjir Datang Tengah Malam, Prabumulih Kocar-Kacir: Warga Tak Sempat Selamatkan Harta!
Sebelumnya, lima daerah telah lebih dulu mengambil langkah serupa, yakni Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Banyuasin (Muba), Kota Prabumulih, Kota Pagar Alam, dan Kabupaten Banyuasin.
Seluruh wilayah tersebut dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir maupun longsor, terutama saat musim penghujan.
Tak hanya di tingkat kabupaten dan kota, status siaga juga telah ditetapkan secara menyeluruh di tingkat provinsi.
Pemerintah Provinsi Sumsel kini berada dalam posisi siaga untuk mempercepat respons apabila terjadi bencana.
“Penetapan status siaga ini penting agar mobilisasi sumber daya, peralatan, dan koordinasi lintas instansi bisa dilakukan lebih cepat,” jelas Sudirman.
BPBD Sumsel berharap seluruh daerah lainnya turut meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam menghadapi puncak musim hujan.
BACA JUGA: 153 Desa Terancam Tenggelam? Banyuasin Resmi Siaga Banjir, Warga Diminta Bersiap!
Pemantauan intensif terhadap cuaca, daerah aliran sungai, serta kawasan perbukitan menjadi perhatian utama.
Imbauan juga ditujukan langsung kepada masyarakat.
Warga yang tinggal di bantaran sungai, wilayah rawan banjir, dan lereng perbukitan diminta lebih waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda potensi bencana.
“Kewaspadaan bersama adalah kunci. Peran masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana,” pungkasnya. (*/red)






