Ringkasan Berita:
° Banjir akibat luapan sungai terus meluas di Kabupaten OKI.
° Sebanyak 600 KK di Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing dievakuasi BPBD bersama TNI–Polri.
° Air setinggi 1 meter merendam permukiman, jalan poros, sawah dan perkebunan warga.
OKI, LINTANGPOS.com – Luapan air sungai di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kian mengkhawatirkan.
Banjir yang awalnya hanya merendam beberapa desa, kini meluas ke berbagai wilayah, khususnya di Kecamatan Lempuing dan Kecamatan Mesuji.
Salah satu desa yang terdampak cukup parah adalah Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing.
Pada Sabtu, 10 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten OKI melalui BPBD OKI, dibantu personel TNI dan Polri, melakukan evakuasi besar-besaran terhadap warga yang rumahnya tak lagi layak ditempati.
Kepala BPBD OKI melalui Sekretaris Nova Trissuyanto mengungkapkan, dari sekitar 2.500 KK yang terdampak di Desa Tebing Suluh, sebanyak 600 KK telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
“Hari ini kita evakuasi warga Desa Tebing Suluh. Banjir terus meluas,” ujar Nova kepada wartawan.
Di Dusun 4 Desa Tebing Suluh, puluhan kepala keluarga dievakuasi menggunakan perahu karet.
Dusun tersebut tercatat memiliki sekitar 700 KK terdampak banjir.
Prioritas evakuasi diberikan kepada anak-anak, perempuan, dan lansia.
“Kami bahu-membahu mengevakuasi warga yang rumahnya sudah tidak dapat ditempati lagi karena air semakin tinggi,” jelas Nova.
Tak hanya merendam permukiman, banjir juga menenggelamkan jalan poros desa, membuat akses transportasi lumpuh.
Sepeda motor tidak lagi bisa melintas akibat ketinggian air mencapai 1 meter lebih.
BACA JUGA: Malam Maut di Tanjung Agung, Banjir Bandang Telan 150 Nyawa
Selain itu, ribuan hektare lahan pertanian, persawahan, dan perkebunan warga turut terendam, mengancam sumber penghidupan masyarakat setempat.
Menurut BPBD, penyebab utama banjir adalah luapan sungai di wilayah OKI yang berasal dari OKU Timur, diperparah oleh hujan deras yang terus mengguyur beberapa hari terakhir.
Hingga saat ini, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa, namun situasi masih terus dipantau karena potensi banjir susulan masih tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera meninggalkan rumah bila air mulai naik,” tegas Nova.
Sebelumnya, banjir juga melanda Kecamatan Mesuji, dengan desa-desa terdampak meliputi Jaya Bakti, Kota Baru, Surya Adi, Margo Bakti, serta sejumlah desa lain di Lempuing seperti Bumi Arjo dan Cahya Bumi.
Pemerintah daerah kini menetapkan status siaga bencana dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu warga terdampak. (*/red)






