Hujan Tak Kenal Ampun! Muara Enim Jadi Daerah Ketujuh di Sumsel Siaga Banjir dan Longsor

oleh -201 Dilihat
oleh
Hujan deras memicu banjir di Muara Enim. Status siaga darurat ditetapkan, BPBD minta warga bantaran sungai waspada dan siapkan evakuasi. (*/IST)

Ringkasan Berita:

° Kabupaten Muara Enim resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi akibat hujan intensitas tinggi yang memicu banjir.

° Dengan penetapan ini, Muara Enim menjadi daerah ketujuh di Sumsel yang siaga banjir dan longsor, warga pun diminta waspada penuh.


MUARA ENIM, LINTANGPOS.com – Hujan yang turun tanpa jeda dalam beberapa hari terakhir membuat alam seakan memberi peringatan keras.

Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, akhirnya resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, banjir, dan longsor.

Keputusan ini diambil setelah sejumlah wilayah mulai terdampak luapan air dan ancaman tanah longsor.

“Iya, Muara Enim sudah ditetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq, Senin (15/12/2025).

Dengan penetapan tersebut, Muara Enim tercatat sebagai daerah ketujuh di Sumatera Selatan yang menaikkan status kewaspadaan.

Enam daerah lain yang lebih dulu bersiaga adalah Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Banyuasin (Muba), Prabumulih, Pagar Alam, Banyuasin, dan Ogan Ilir.

BACA JUGA: Nataru Dijaga Ketat! 200 Personel dan 4 Pos Siaga, Ini Strategi Polres Lubuklinggau Bikin Libur Akhir Tahun Aman Total

Peningkatan status ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Muara Enim masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko meluapnya sungai, khususnya bagi permukiman yang berada di bantaran aliran air.

BPBD pun mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak lengah.

Warga diminta aktif memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama perubahan debit air sungai yang bisa naik secara tiba-tiba.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi. Jika ada peningkatan debit air yang signifikan, segera lapor ke aparat desa atau BPBD,” kata Abdurrozieq.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta mulai menyiapkan langkah antisipasi dan jalur evakuasi, sebagai upaya penyelamatan dini jika kondisi darurat terjadi sewaktu-waktu.

BACA JUGA: Hujan 3 Hari Berturut-turut di Sumsel, BMKG Ingatkan Warga Siaga Banjir dan Petir

BPBD memastikan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan siap melakukan respons cepat di lapangan.

“Kami tegaskan, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” pungkasnya.

Di tengah cuaca yang kian ekstrem, kewaspadaan kolektif menjadi kunci.

Siaga bukan untuk menakuti, melainkan agar semua pihak lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk. (*/red)

 

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search