Kadis Pertanian Kepahiang menindak tegas PPL yang dinilai lalai dan mengintimidasi petani, serta memastikan penyuluhan merata bagi seluruh petani. (*/IST)
Kepala Dinas Pertanian Kepahiang, Ir. Taufik, menegaskan tidak boleh ada lagi intimidasi PPL terhadap petani. Semua petani, termasuk perorangan, wajib mendapat penyuluhan agar kegagalan panen tidak terulang.
KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Dugaan intimidasi terhadap petani oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Kepahiang menjadi sorotan serius Dinas Pertanian setempat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Ir. Taufik, angkat bicara dan menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang kembali di masa mendatang.
Ia menilai, penyuluhan pertanian merupakan hak seluruh petani tanpa terkecuali.
Kasus ini mencuat setelah seorang petani berani menyuarakan keluhannya ke publik.
Petani tersebut mengaku tidak pernah mendapatkan penyuluhan pertanian, khususnya dalam budidaya tanaman jahe yang berujung pada kegagalan panen.
Namun ironisnya, setelah keluhan itu muncul, justru sejumlah PPL mendatangi petani tersebut, yang kemudian dinilai sebagai bentuk intimidasi.
BACA JUGA: Bupati Kepahiang Jemput Dukungan Pusat untuk Petani Kopi
Menanggapi hal tersebut, Taufik memastikan pihaknya tidak tinggal diam.
Ia langsung memanggil Kepala Tim Kerja (Katimker), Koordinator Penyuluh (Korlu), serta Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (PUPT).
Pemanggilan itu dilakukan sebagai bentuk evaluasi sekaligus peringatan agar seluruh jajaran penyuluh benar-benar menjalankan tugas secara profesional.
“Tugas dan fungsi PPL itu jelas, yakni memberikan penyuluhan kepada seluruh petani. Bukan hanya mereka yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) atau gabungan kelompok tani (Gapoktan), tetapi juga petani perorangan,” tegas Taufik.
Menurutnya, pola penyuluhan yang hanya terfokus pada kelompok tani berpotensi menimbulkan kesenjangan informasi di lapangan.
Banyak petani mandiri yang akhirnya tidak tersentuh pembinaan, padahal mereka juga menjadi bagian penting dalam ketahanan pangan daerah.
BACA JUGA: Jahe Kepahiang Terserang Penyakit, Petani Panen Dini dan Rugi Besar!
Sebagai langkah konkret, Taufik meminta agar ke depan seluruh PPL memberikan nomor handphone mereka kepada para petani di wilayah binaan masing-masing.
Page: 1 2
Warga Desa Sarang Bulan, Empat Lawang, mengeluhkan bantuan beras 30 kg yang disebut hanya diterima…
Sebanyak 19 anggota Pramuka Empat Lawang menerima penghargaan Pancawarsa 2026 atas dedikasi dan kontribusi dalam…
Sebanyak 16 dokter internship ditempatkan di Empat Lawang. Sekda Fauzan Khoiri Denin menekankan pentingnya sikap…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin meminta operasional travel dikaji menyusul kecelakaan maut yang menewaskan…
Pemkab Empat Lawang menjadwalkan tiga agenda pada 17 September 2026, mulai Upacara Hari Perhubungan Nasional…
Polsek Talang Padang menggencarkan Makmano Karhutla di Desa Karang Are dan mengimbau warga tidak membuka…