iPhone Fold disebut siap mendominasi pasar ponsel lipat. Sayangnya, bocoran layar kecil, kamera minim, dan harga mahal memicu pro dan kontra di kalangan pengamat. (*/IST)
° iPhone Fold diprediksi meluncur tahun depan dan langsung menguasai 20 persen pasar ponsel lipat dunia.
° Namun di balik ekspektasi besar, bocoran desain, layar, kamera, hingga harga memunculkan keraguan.
° Apakah Apple terlalu percaya diri?
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Apple kembali menjadi pusat perhatian dunia teknologi. Kali ini bukan karena iPhone generasi terbaru yang lebih cepat atau kamera yang makin canggih, melainkan kabar kehadiran iPhone Fold, ponsel lipat pertama dalam sejarah Apple.
Jika bocoran roadmap internal Apple benar, perangkat ini akan meluncur pada musim gugur tahun depan—terlambat hampir enam tahun dibanding para rivalnya.
Namun, keterlambatan itu justru dianggap sebagai senjata utama Apple.
Para analis pasar memperkirakan iPhone Fold bisa langsung menguasai lebih dari 20 persen pasar ponsel lipat global dalam tahun pertamanya.
Angka tersebut terbilang fantastis, mengingat Samsung dan Google sudah lebih dulu membangun ekosistem foldable dengan seri Galaxy Z Fold dan Pixel Fold.
Lantas, apa yang membuat Apple begitu diunggulkan? Dan mengapa justru muncul keraguan besar dari bocoran spesifikasi yang beredar?
Berbeda dengan produsen Android yang berlomba-lomba menghadirkan ponsel lipat sejak 2019, Apple memilih menunggu.
Strategi ini bukan hal baru. Apple dikenal sering “datang belakangan”, namun hadir dengan produk yang lebih matang.
Dalam konteks ponsel lipat, Apple tampaknya ingin belajar dari kesalahan kompetitor.
Salah satu masalah klasik foldable adalah bekas lipatan (crease) di layar utama.
Bocoran awal menyebut iPhone Fold akan menggunakan teknologi layar lipat tanpa crease sama sekali—sebuah pencapaian yang hingga kini belum sepenuhnya bisa diatasi Samsung.
BACA JUGA: Bocoran Kamera Galaxy Z Fold 8 Menggemparkan! Samsung Siap Menyalip iPhone Lipat Apple?
Masalah lain adalah daya tahan baterai. Banyak ponsel lipat unggulan masih kalah awet dibanding ponsel konvensional.
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melakukan kunjungan dan pengecekan akhir kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…