Irjen Sandi Geser ke Sumsel, Kursi Strategis Polri Berganti

oleh -636 Dilihat
oleh
Mutasi Polri Januari 2026 menempatkan Irjen Sandi Nugroho sebagai Kapolda Sumsel. Pergantian ini bagian dari promosi dan penyegaran demi profesionalisme Polri. (*/IST)

Ia menggantikan Irjen Achmad Kartiko dalam posisi strategis yang berkaitan langsung dengan pengembangan sumber daya manusia Polri.

Selama lebih dari satu tahun memimpin Polda Sumsel, Irjen Andi Rian dikenal aktif dalam berbagai program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

Ia juga terlibat dalam pengamanan agenda nasional serta penanganan sejumlah kasus menonjol di wilayah Sumatera Selatan.

Pengalamannya di lapangan dinilai menjadi modal penting dalam mendukung tugasnya di Lemdiklat Polri, khususnya dalam mencetak perwira dan personel Polri yang profesional, modern, dan berintegritas.

BACA JUGA: Pemkot Palembang Terapkan Aturan Baru Mutasi ASN, Hanya Dua Kali Setahun dan Wawancara Wajib Streaming!

Posisi Kadiv Humas Kini Diisi Irjen Johnny Eddizon

Mutasi ini juga berdampak pada kursi Kadiv Humas Polri.

Jabatan tersebut kini diemban oleh Irjen Johnny Eddizon Izir, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Papua Barat.

Pergantian ini menandai estafet kepemimpinan di Divisi Humas Polri, yang memiliki peran vital dalam membangun komunikasi publik, transparansi informasi, serta citra institusi kepolisian di mata masyarakat.

Dengan pengalaman memimpin di wilayah timur Indonesia, Irjen Johnny diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam pengelolaan kehumasan Polri di tingkat nasional.

Polri: Mutasi Adalah Hal Biasa

BACA JUGA: Muhammadiyah Sumsel Tetapkan Awal Puasa 2026, Ini Penjelasannya!

Pergantian Kapolda Sumsel tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026).

“Iya, mutasi merupakan hal yang biasa dalam organisasi Polri. Selain sebagai bentuk pembinaan karier, promosi dan penyegaran juga untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan profesionalisme,” ujar Nandang.

Menurutnya, mutasi rutin dilakukan untuk memastikan dinamika organisasi tetap berjalan sehat dan adaptif terhadap tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang.

Penyegaran Organisasi dan Tantangan ke Depan

Mutasi Januari 2026 ini mencerminkan komitmen Polri dalam melakukan regenerasi kepemimpinan.

No More Posts Available.

No more pages to load.