Jalan Rusak Bikin Petani Kopi Kepahiang Tekor di Ongkos

oleh -1007 Dilihat
oleh
Jalan rusak di Kepahiang kian parah akibat hujan. Petani kopi harus membayar ongkos angkut mahal. Pemkab Kepahiang ajukan pembangunan lewat IJD. Foto: dok/IST)

Sempat ada harapan ketika pembangunan jalan direncanakan menggunakan dana pinjaman daerah PT. SMI, namun hingga kini realisasinya belum juga tuntas.

Akibatnya, setiap musim hujan tiba, keluhan petani selalu berulang.

Jalan semakin rusak, kendaraan pengangkut sering terjebak, dan waktu tempuh menjadi jauh lebih lama.

BACA JUGA: Jalan Rusak di OKI Akhirnya Disulap! Gubernur Sumsel Turun Tangan, Anggaran Rp371 M Digelontorkan

“Bertahun-tahun petani pasti merasakan mahalnya ongkos angkut kopi karena kondisi jalan rusak parah, apalagi saat hujan. Kami berharap pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi ini,” ujar Imelda.

Harapan Besar ke Pemerintah Daerah

Di tengah keluhan petani, secercah harapan masih terbuka.

Pemerintah Kabupaten Kepahiang diketahui tengah memperjuangkan pembangunan jalan Langgar Jaya melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Bupati Kepahiang, H. Zurdinata, S.Ip, telah mengusulkan pembangunan jalan tersebut agar dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat.

Bagi petani, pembangunan jalan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup.

BACA JUGA: Akhirnya! Jalan Rusak Talang Siku–Sungai Lilin Mulai Diperbaiki Setelah Lama Dikeluhkan Warga

Akses jalan yang baik diyakini akan menekan biaya produksi, meningkatkan daya saing kopi Kepahiang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Jalan Bukan Sekadar Aspal

Bagi masyarakat Langgar Jaya dan sekitarnya, jalan adalah urat nadi kehidupan.

Setiap lubang dan genangan air bukan sekadar kerusakan fisik, tetapi simbol dari beratnya perjuangan petani menjaga roda ekonomi tetap berputar.

Kini, para petani hanya bisa berharap agar usulan pembangunan segera membuahkan hasil.

Sebab bagi mereka, jalan yang layak bukan kemewahan—melainkan kebutuhan mendasar untuk bertahan hidup. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.