Tim meninjau kondisi terkini jalur tersebut, yang merupakan rute alternatif penting bagi pengendara untuk menghindari kepadatan di pusat kota.
Fokus pada Titik Rawan Perbaikan
Dengan prediksi lonjakan volume kendaraan saat Nataru, area perbaikan di Jalur Lingkar Selatan menjadi perhatian khusus.
BACA JUGA: Penangkapan Berujung Maut! Kisah Pria Perusak Pos Lantas di Baturaja yang Tantang Polisi
Aiptu M. Yamin menegaskan bahwa tujuan inspeksi gabungan ini adalah memetakan risiko keselamatan yang mungkin timbul akibat pekerjaan jalan.
“Kami bersama Dishub meninjau setiap ruas yang sedang diperbaiki. Kami fokus pada aspek keselamatan, terutama memastikan bahwa rambu-rambu peringatan dan traffic cone terpasang dengan jelas di titik-titik galian atau penumpukan material,” jelas Aiptu M. Yamin.
Menurutnya, setiap kekurangan yang ditemukan langsung ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama kontraktor.
Penambahan tanda peringatan diminta segera dilakukan agar tidak membahayakan pengguna jalan, khususnya pada malam hari atau saat cuaca buruk.
Sinergi Demi Kelancaran Arus Nataru
Sinergi Satlantas dan Dishub menjadi langkah prepentif untuk mengamankan arus mudik dan balik Nataru tahun ini.
BACA JUGA: Satlantas Polres Empat Lawang Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di Kawasan KTL Tebing Tinggi
Pihak kepolisian berharap perbaikan jalan bisa dipercepat atau setidaknya ditata agar tetap aman dilalui selama puncak kepadatan.
Petugas juga mengimbau pengguna jalan yang melintas agar mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi rambu-rambu sementara.
“Kami berupaya maksimal agar Jalur Lingkar Selatan dapat berfungsi optimal sebagai jalur bebas hambatan saat puncak arus Nataru. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama kami,” tutup Aiptu M. KGS M. Yamin. (*/red)






