Ia juga menambahkan bahwa dana yang terkumpul merupakan hasil kontribusi sukarela dari masyarakat sekitar.
Meski jumlahnya terbatas, warga tetap berusaha memanfaatkannya seefektif mungkin demi memastikan jembatan bisa digunakan, walaupun hanya sementara.
Fenomena ini mencerminkan tingginya kepedulian sosial masyarakat desa, sekaligus menjadi potret nyata bagaimana keterbatasan tidak menghalangi semangat untuk bertahan.
BACA JUGA: Jembatan Mangkrak di Pagar Alam Disorot, Provinsi Diminta Turun Tangan
Namun di sisi lain, kondisi ini juga menjadi sorotan terhadap perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah dan pihak terkait.
Warga berharap pembangunan jembatan tersebut segera dilanjutkan hingga tuntas.
Keberadaan jembatan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kelangsungan ekonomi masyarakat setempat.
Aktivitas pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama sangat bergantung pada akses transportasi yang memadai.
Selain itu, masyarakat juga menuntut adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek pembangunan infrastruktur.






