Jembatan Payaraman Dibongkar Total! Bukan Pakai APBD, Ini Fakta di Balik Perbaikan Kilat 21 Hari

oleh -138 Dilihat
oleh
Pemkab Ogan Ilir pastikan jembatan Payaraman segera diperbaiki. Dibongkar total, mutu beton ditingkatkan, dan perbaikan tanpa dana APBD. (*/Istimewa)

Ringkasan Berita:

° Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir memastikan jembatan rusak berat di Kecamatan Payaraman segera diperbaiki.

° Wakil Bupati Ardani menegaskan perbaikan dilakukan tanpa APBD, melainkan tanggung jawab kontraktor.

° Jembatan dibongkar total dengan mutu beton ditingkatkan demi keamanan.


OGAN ILIR, LINTANGPOS.com – Kabar baik datang bagi warga Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir.

Jembatan yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat dipastikan segera diperbaiki setelah mengalami kerusakan berat.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, usai meninjau kondisi jembatan pada Jumat (12/12/2025) petang.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus mempercepat langkah penanganan di lapangan.

Menurut Ardani, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBMTR) Provinsi Sumatera Selatan terkait teknis perbaikan.

Hasilnya, jembatan tersebut diputuskan untuk dibongkar total.

BACA JUGA: Lagi dan Lagi! Jembatan Penghubung Ogan Ilir Jebol untuk Ketiga Kalinya, Warga Mulai Resah

“Kemarin sudah bertemu perwakilan Dinas PUBMTR Sumsel. Jembatan di Payaraman akan dibongkar,” ujar Ardani, Sabtu (13/12/2025).

Pembongkaran dilakukan bukan tanpa alasan.

Ardani menjelaskan, langkah ini diambil demi memastikan struktur lantai jembatan benar-benar aman dan kokoh saat kembali digunakan.

Bahkan, mutu beton pada proses perbaikan akan ditingkatkan dari sebelumnya K-300 menjadi K-400, sebagai upaya meningkatkan daya tahan jembatan.

Menariknya, perbaikan jembatan ini tidak akan membebani keuangan daerah.

Ardani menegaskan bahwa anggaran perbaikan tidak menggunakan APBD, melainkan menjadi tanggung jawab kontraktor yang sebelumnya mengerjakan proyek jembatan tersebut.

BACA JUGA: Dicky Syailendra Resmi Jadi Pj Sekda Ogan Ilir, Buka Peluang Menuju Jabatan Definitif?

“Pihak Pemprov Sumsel menyampaikan bahwa perbaikan ini non-APBD. Artinya, kontraktor berkomitmen untuk bertanggung jawab,” jelasnya.

Proses perbaikan hingga tahap pengecoran beton diperkirakan memakan waktu sekitar 21 hari.

Selama masa pengerjaan, arus lalu lintas—khususnya kendaraan bertonase berat seperti truk—akan dialihkan melalui jalur alternatif demi keselamatan pengguna jalan.

Ardani berharap proses perbaikan berjalan lancar dan tepat waktu.

Ia menekankan pentingnya keberadaan jembatan tersebut bagi masyarakat, terutama dalam mendukung akses transportasi dan pergerakan ekonomi lokal.

“Mudah-mudahan perbaikan bisa cepat selesai dan jembatan kembali digunakan untuk mendukung akses serta aktivitas perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (*/red)