Joncik Ajak Pemuda Empat Lawang Jaga Persatuan dan Keberagaman

oleh -29 Dilihat
Bupati Empat Lawang, Dr H Joncik Muhammad, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di lapangan upacara Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Rabu (28/10/2026). Foto: doc. LINTANGPOS.com

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Bupati Empat Lawang, Dr H Joncik Muhammad, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjaga semangat persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun daerah.

Pesan tersebut disampaikan Joncik setelah menjadi inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di lapangan upacara Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Rabu (28/10/2026).

“Kepada semua masyarakat Empat Lawang, terutama para pemuda, ikuti semangat Sumpah Pemuda. Keberagaman ini adalah sebuah kelebihan. Kebersamaan Empat Lawang, insya Allah, menjadi semangat yang terus menyala,” ujar Joncik.

Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui kebersamaan, kepedulian, dan komitmen menjaga persatuan di tengah perbedaan.

BACA JUGA: Pemuda di Lubuk Linggau Ditangkap Polisi Gara-Gara Laporan Begal Palsu

Sementara itu dalam upacara, Joncik membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 bertema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Sambutan itu mengingatkan kembali ikrar para pemuda pada 1928 yang menjadi tonggak penting persatuan bangsa Indonesia.

Semangat tersebut dinilai harus terus hidup melalui karakter dan tindakan nyata generasi penerus.

Dalam sambutan tersebut, patriotisme dimaknai sebagai kecintaan terhadap Indonesia yang diwujudkan melalui pengabdian.

BACA JUGA: Bupati Joncik Perkuat Sinergi Wujudkan Empat Lawang Bersih dari Narkoba

Kegigihan berarti tidak menyerah menghadapi kesulitan, sedangkan empati mengajarkan kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut juga menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, atau kekayaan.

Kemajuan sejati harus dimulai dari kualitas manusia, karakter, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Para pemuda pun diajak berani bermimpi, bekerja keras, serta mengembangkan kemampuan tanpa kehilangan kepekaan terhadap kesulitan orang lain. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.