Menurut Fajar, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Ia menambahkan, Pemuda Muhammadiyah Sumsel akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan setelah pelaksanaan Rapimwil.
BACA JUGA: Kantor MTs Muhammadiyah Musi Rawas Dibobol Maling, Terali Hilang dan Ruangan Berantakan
“Setelah Rapimwil ini akan dilaksanakan agenda besar lainnya dan terus berkolaborasi dengan berbagai stakeholder,” katanya.
Bendahara Umum PP Pemuda Muhammadiyah Machendra Setyo Atmaja dalam kesempatan tersebut mengajak para kader untuk tetap meneladani perjuangan para pendahulu organisasi.
Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan sekaligus mengembangkan peran kader Pemuda Muhammadiyah di berbagai bidang.
“Semangat kebersamaan dan diaspora ini jangan sampai berhenti di sini,” tegas Machendra.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru menilai Rapimwil menjadi momentum penting bagi kader muda Muhammadiyah untuk melakukan konsolidasi sekaligus melahirkan gagasan bagi masyarakat dan daerah.
Menurutnya, forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi, baik untuk kepentingan internal organisasi maupun eksternal, termasuk solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Rapimwil ini akan menghasilkan rekomendasi baik internal maupun eksternal, serta mampu memberikan solusi atas setiap persoalan yang dihadapi,” ujar Herman Deru.
Ia juga mengingatkan kader Pemuda Muhammadiyah agar memiliki kepercayaan diri dan menyadari potensi yang dimiliki sebagai generasi penerus bangsa.
BACA JUGA: 10 Mukena Nyaman dan Modern untuk Tarawih Ramadan 2026
Herman Deru menilai proses belajar harus terus dilakukan oleh generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman.
“Modal dasar yang harus dimiliki adalah percaya diri dan kehormatan diri,” katanya.
Dari sisi keamanan, Kapolres Lubuk Linggau AKBP Catur Erwin Setiawan menyebut organisasi kepemudaan sebagai salah satu mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.






