“Jangan saya, nanti Pak Menteri Ekonomi yang umumkan,” ujarnya sembari berkelakar.
Jika pola tahun lalu kembali dipakai, kita bisa berkaca pada periode Nataru 2024–2025, ketika pemerintah bersama BUJT menghadirkan diskon hingga 10 persen di sejumlah ruas strategis.
Di Tol Trans Jawa, potongan berlaku di ruas terintegrasi seperti Jakarta–Cikampek, Cikampek–Palimanan, Palimanan–Kanci, Kanci–Pejagan, hingga Semarang Seksi ABC.
Diskon ini diterapkan untuk arus mudik maupun balik, masing-masing berlangsung selama 24 jam sejak pukul 05.00 WIB.
Di Tol Trans Sumatera, angka diskon serupa juga diberikan untuk berbagai ruas seperti Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung serta Pekanbaru–Dumai.
Penerapan waktunya pun menyesuaikan arus mudik dan balik agar mampu mengurai kepadatan.
Yang paling dinanti, tentu saja, adalah kepastian besaran diskon dan ruas mana saja yang kembali mendapat keringanan.
Dengan lonjakan mobilitas tahunan yang tak pernah absen, insentif semacam ini bukan hanya soal kantong yang sedikit lebih lega, tapi juga strategi untuk menyeimbangkan arus kendaraan di masa puncak perjalanan.
Yang jelas, diskon ini—seperti tahun lalu—akan berlaku untuk seluruh golongan kendaraan.
Jadi, baik pemudik keluarga, pengusaha logistik, hingga pelintas jarak jauh bisa merasakan manfaatnya.
Sampai menunggu pengumuman final dari Menko Perekonomian, satu hal sudah pasti: perjalanan Nataru tahun ini tampaknya akan kembali mendapat “bonus” yang membuat perjalanan panjang sedikit lebih ringan. (*/red)








