Meski demikian, proses penyidikan belum berhenti pada penetapan satu tersangka.
Kejari Banyuasin masih terus mendalami aliran penggunaan dana desa tersebut untuk memastikan apakah ada pihak lain yang turut terlibat dalam dugaan penyimpangan anggaran.
“Kami masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam perkara ini,” tegas Giovani.
BACA JUGA: Akhir Panjang Skandal Korupsi Setwan DPRD Kepahiang
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di tingkat desa harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Dana tersebut sejatinya merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Namun ketika pengelolaan dana tidak dilakukan dengan baik, tujuan pembangunan justru bisa berubah menjadi persoalan hukum yang merugikan negara dan masyarakat.
Kini, masyarakat Desa Sebokor menunggu kelanjutan proses hukum yang tengah berjalan.
Di tengah harapan akan pembangunan desa yang lebih baik, kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya integritas dalam mengelola kepercayaan publik. (*/red)






