Namun, jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, angka 2025 masih menunjukkan kenaikan dari:
- Tahun 2020: 893,8 hektare
- Tahun 2021: 3.497,1 hektare
- Tahun 2022: 3.401,7 hektare
BACA JUGA: Patroli Presisi Polres Empat Lawang, Hadirkan Rasa Aman dengan Pendekatan Humanis
“Dalam tujuh tahun terakhir, rekor terluas terjadi pada tahun 2019 dengan luas mencapai 52.929,6 hektare,” jelas Ferdian.
Upaya Pencegahan Terus Ditingkatkan
Menurut Ferdian, penurunan luas karhutla dalam dua tahun terakhir merupakan hasil kerja sama lintas instansi, termasuk Kemenhut, KLH, BRIN, dan pemerintah daerah.
Upaya pencegahan dilakukan melalui pembentukan posko siaga, peningkatan patroli udara, dan edukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan.
Ia juga menegaskan bahwa potensi kebakaran masih tetap perlu diwaspadai, terutama pada puncak musim kemarau di wilayah timur Sumsel.
“Kita terus berupaya menjaga agar angka karhutla tidak kembali melonjak seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” tutup Ferdian. (*/red/ant)






