Ringkasan Berita:
° Kasus HIV/AIDS di Sumatera Selatan sepanjang 2025 tercatat 907 orang.
° Angka ini menurun dibandingkan 2024, namun masih lebih tinggi dari periode 2021–2023.
° Kota Palembang menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan faktor utama penularan berasal dari perilaku seksual berisiko.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Angka kasus HIV/AIDS di Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang tahun 2025 masih menjadi perhatian serius.
Meski mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kasus baru yang tercatat tetap tergolong tinggi dan menunjukkan tren yang belum sepenuhnya terkendali.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel, total kasus baru HIV/AIDS sepanjang 2025 mencapai 907 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 609 orang terinfeksi HIV dan 298 orang telah masuk kategori AIDS.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, menyebutkan bahwa penularan HIV/AIDS masih didominasi oleh perilaku seksual berisiko.
“Total kasus baru yang terinfeksi HIV/AIDS sepanjang 2025 di Sumsel mencapai 907 orang. Mereka yang terinfeksi HIV ada 609 orang dan AIDS 298 orang,” ujar Ira, Senin (19/1/2026).
Jika ditarik ke belakang, tren kasus HIV/AIDS di Sumsel menunjukkan peningkatan signifikan sejak 2021.
Pada tahun tersebut, kasus baru tercatat 321 orang, kemudian naik menjadi 639 kasus pada 2022, meningkat lagi menjadi 846 kasus pada 2023, dan mencapai puncaknya pada 2024 dengan 992 kasus.
Tahun 2025 memang menunjukkan penurunan, namun jumlahnya masih lebih tinggi dibandingkan periode 2021–2023.
Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi sepanjang 2025.
Total kasus di ibu kota provinsi ini mencapai 451 orang, terdiri dari 335 kasus HIV dan 116 kasus AIDS.
Tingginya mobilitas penduduk dan aktivitas sosial disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi angka tersebut.
BACA JUGA: Empat Lawang Siapkan 40 Ribu Kuota BPJS Kesehatan, Aktif per 1 November
Selain Palembang, sejumlah daerah lain juga mencatatkan angka kasus yang cukup signifikan.
Kota Lubuklinggau berada di urutan berikutnya dengan 75 kasus, disusul Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 64 kasus dan OKU Timur dengan 49 kasus.
Wilayah lain seperti Muara Enim mencatat 44 kasus, OKI dan Prabumulih masing-masing 33 kasus, Lahat 31 kasus, Banyuasin 29 kasus, serta Musi Rawas 26 kasus.
Sementara itu, daerah dengan jumlah kasus relatif lebih rendah antara lain OKU, Empat Lawang, Ogan Ilir, OKU Selatan, Pagar Alam, PALI, hingga Muratara.
Dinkes Sumsel terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan HIV/AIDS, termasuk melalui perilaku seksual yang aman, pemeriksaan kesehatan rutin, serta menghindari stigma terhadap penderita.
Upaya deteksi dini dan edukasi dinilai menjadi kunci untuk menekan laju penularan di tahun-tahun mendatang. (*/red)





