Kasus ISPA Meningkat Saat Kemarau Panjang, Dinkes Siagakan 10 Puskesmas

oleh -203 Dilihat
Kepala Dinas Kesehatan Dery Kurniawan, S.K.M., M.M. Foto: doc/LINTANGPOS.com

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi perhatian di tengah musim kemarau panjang.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menjaga daya tahan tubuh, serta menerapkan pola hidup sehat.

Kepala Dinas Kesehatan, Dery Kurniawan, mengatakan peningkatan kasus ISPA perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika kondisi cuaca kering berlangsung dalam waktu lama dan berpotensi memperburuk kualitas udara akibat debu maupun kabut asap.

“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, kondisi ISPA saat ini meningkat secara signifikan. Hal ini karena beberapa bulan terakhir menghadapi kemarau panjang,” ujar Dery saat dibincangi di ruang tugasnya. Selasa, 13/10/2026.

BACA JUGA: Dugaan Korupsi Disparpora Kepahiang Rp6,2 M Kian Menguat, BPKP Temukan Sejumlah Indikasi

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan diri dan keluarga.

Paparan debu serta asap dapat memicu gangguan saluran pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Perkembangan kasus ISPA selama Oktober menunjukkan perubahan jumlah laporan dari hari ke hari.

Pada 2 Oktober 2026, tercatat 120 kasus, kemudian meningkat menjadi 130 kasus pada 3 Oktober.

BACA JUGA: Kasus ISPA di Sumsel Capai 331 Ribu Penderita, Dinkes: Masih dalam Kondisi Normal

Memasuki hari-hari berikutnya, jumlah kasus yang tercatat mengalami penurunan. Pada 5 Oktober terdapat 11 kasus, disusul 10 kasus pada 6 Oktober, tiga kasus pada 7 Oktober, enam kasus pada 8 Oktober, serta masing-masing lima kasus pada 9 dan 10 Oktober.

Sementara itu, pada 12 Oktober tercatat empat kasus ISPA. Adapun pada 13 Oktober, belum terdapat kasus yang tercatat dalam laporan harian.

Perubahan angka tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan perkembangan ISPA, terutama untuk melihat kecenderungan kasus selama musim kemarau.

Data harian perlu terus diperbarui agar kondisi di lapangan dapat diketahui secara lebih akurat dan langkah penanganan bisa dilakukan sesuai kebutuhan.

BACA JUGA: Sumsel Perketat Karhutla, Satgas Darat Jadi Ujung Tombak

Untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan menyiapkan posko pelayanan di 10 puskesmas. Fasilitas ini ditujukan bagi warga yang mengalami keluhan pernapasan, termasuk yang terdampak kabut asap.

No More Posts Available.

No more pages to load.