“Iya, Pak. Jadi memang kita rutin bayar,” katanya.
BACA JUGA: Pendaftaran Sekolah Rakyat Dibuka Februari, Target 45 Ribu Siswa
Menurut Pangeran, mekanisme pembayaran upah pekerja disesuaikan dengan kesepakatan masing-masing mandor. Ada pekerja yang dibayar setiap bulan dan ada pula yang menerima pembayaran setiap dua minggu.
Pihak pelaksana juga menyebut pembayaran dilakukan pada hari peninjauan tersebut. Meski demikian, keluhan sejumlah pekerja di lokasi menunjukkan masih adanya persoalan pembayaran yang perlu diklarifikasi lebih lanjut agar tidak menimbulkan polemik.
Di sisi lain, pembangunan kompleks Sekolah Rakyat tersebut masih terus dikebut. Pihak pelaksana menyebut progres pembangunan telah mencapai sekitar 87 persen.
Ciput Mardianto, selaku koordinator di lokasi, mengatakan pihaknya menargetkan penyelesaian pekerjaan sesuai kontrak yang berlangsung hingga September 2026.
“Kami berusaha untuk menyelesaikan sesuai dengan kontrak,” kata Ciput.
Sebelumnya, pembangunan ditargetkan dapat mencapai 100 persen pada akhir Agustus. Namun, target tersebut belum tercapai karena masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan.
Pangeran menyebut kendala antara lain berkaitan dengan akses dan ketersediaan air. Pihak pelaksana mengaku terus melakukan koordinasi dengan pemilik pekerjaan dan manajemen kontraktor untuk mempercepat penyelesaian proyek.
“Memang ada kendala-kendala teknis juga di proses pelaksanaannya,” ujarnya. (*/red)





