Kementerian PU RI membangun Sekolah Rakyat tahap dua di Sumatera Selatan, meliputi Empat Lawang, OKI, dan Ogan Ilir. Proyek ini menargetkan rampung 2026/2027 untuk memperluas akses pendidikan dari SD hingga SMA bagi masyarakat kurang mampu di daerah. (*/IST)
Ringkasan Berita:
° Kementerian PU RI membangun Sekolah Rakyat tahap dua di Empat Lawang, OKI, dan Ogan Ilir, Sumsel.° Proyek ini mencakup SD hingga SMA dan ditargetkan selesai 2026/2027.
° Berbeda dari tahap pertama, pembangunan kini di lahan baru milik pemda untuk memperluas akses pendidikan di daerah.
Palembang, LintangPos.com — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan di daerah dengan melanjutkan program pembangunan Sekolah Rakyat tahap dua di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Pembangunan kali ini difokuskan di Kabupaten Empat Lawang, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Ilir, dengan target penyelesaian pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Program ini mencakup pembangunan fasilitas pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Sumsel, Ayu Juwita, menjelaskan bahwa pembangunan tahap dua akan dimulai pada tahun ini.
“Untuk tahap dua, pembangunan dilakukan di tiga lokasi, masing-masing di Empat Lawang, OKI, dan Ogan Ilir. Sekolah ini akan menampung siswa dari SD sampai SMA,” ujar Ayu Juwita di Palembang, Jumat (31/10/2025).
Berbeda dengan pembangunan tahap pertama yang masih memanfaatkan bangunan eksisting milik Kementerian Sosial (Kemensos) atau Dinas Sosial (Dinsos), tahap kedua akan dibangun di atas lahan baru milik pemerintah daerah yang telah disiapkan.
BACA JUGA: Sekolah Rakyat di Empat Lawang Bakal Dibangun dengan Nilai Rp100 Miliar
“Kalau tahap pertama masih rintisan, memanfaatkan bangunan eksisting milik Kemensos atau Dinsos. Tapi tahap dua ini dibangun di lahan baru yang disediakan pemda,” jelas Ayu.
Setiap Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung sekitar 50 siswa per angkatan, dengan dua rombongan belajar di setiap jenjang pendidikan.
Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.
Page: 1 2
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…