Pelajari cara mengaktifkan kembali KJP Plus yang nonaktif agar siswa tetap menerima bantuan pendidikan dari Pemprov DKI Jakarta. (*/Ils/IST)
° Banyak siswa kehilangan akses KJP Plus karena status nonaktif.
° Ternyata, ada langkah mudah untuk mengaktifkannya kembali lewat klarifikasi ke kelurahan dan verifikasi ulang.
° Program ini bantu biaya pendidikan siswa tidak mampu di Jakarta dengan dana hingga Rp450 ribu per bulan.
Jakarta, LintangPos.com — Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membantu siswa dari keluarga tidak mampu.
Dana ini digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari buku, alat tulis, seragam, hingga kudapan bergizi.
Namun, sejumlah siswa kadang mendapati bahwa KJP mereka tidak lagi aktif. Jika hal ini terjadi, masih ada cara untuk mengembalikan status penerima agar tetap mendapatkan bantuan.
KJP Plus bisa dicabut atau nonaktif karena beberapa alasan, antara lain:
BACA JUGA: Dana PIP Sudah Cair? Begini Cara Cepat Cek Lewat HP, Tanpa ke Sekolah atau Bank!
Dikutip dari Antara, Jumat (7/11/2025), berikut langkah yang dapat dilakukan jika KJP nonaktif:
Pada November 2025, tercatat penerima KJP mencakup:
BACA JUGA: Waspada! Banyak Siswa Gagal Cairkan Dana PIP 2025, Ini Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari!
Dana bantuan dapat digunakan tunai hingga Rp100.000 per bulan, sementara sisanya disalurkan secara non-tunai untuk kebutuhan pendidikan.
Page: 1 2
Ferry Irwandi mengingatkan bahwa semakin seseorang berilmu dan terampil, semakin penting untuk tetap rendah hati…
Tangki air Perumda Tirta Seguring Betung terbalik saat membawa suplai air ke Sekolah Rakyat. Dua…
Polres Empat Lawang menggencarkan Makmano Karhutla dengan menyambangi petani dan mengingatkan warga agar tidak membuka…
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Empat Lawang, Suparno, memberikan tanggapan terkait dugaan perundungan
Siswa Sekolah Rakyat Empat Lawang diduga menjadi korban perundungan hingga cedera tangan dan harus dipulangkan…
People pleaser kerap mengutamakan kebahagiaan orang lain hingga lupa mengenali dan memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.