Kedua pemain bintang itu bahkan sudah meninggalkan klub setelah degradasi.
Masalah keuangan klub semakin menumpuk.
Utang akibat renovasi stadion dan penundaan gaji pemain membuat Boavista tidak mampu memenuhi regulasi administrasi.
Federasi Sepak Bola Portugal pun menolak rencana restrukturisasi mereka.
Kini, laporan dari The Guardian dan media Portugal Record menyebut Boavista berisiko dikeluarkan dari divisi kelima.
BACA JUGA: Kisah Winston Bogarde, Pemain Chelsea yang Menolak Pergi Demi Gaji £8 Juta
Dua pertandingan terakhir mereka — melawan Ventura SC dan Black Panthers FC — dibatalkan karena Boavista gagal mendaftarkan jumlah pemain minimum.
Menurut Pasal 58 dalam Regulasi Disiplin Federasi Sepak Bola Portugal, klub yang tidak hadir tanpa alasan dalam dua laga berturut-turut akan otomatis didiskualifikasi, dijatuhi denda €600, dan diturunkan satu divisi lagi.
Dengan kondisi tersebut, ancaman “kematian klub” semakin nyata.
Boavista kini bukan hanya menghadapi potensi kebangkrutan, tetapi juga risiko kehilangan eksistensi di dunia sepak bola profesional Portugal.
Kabar ini memukul keras para penggemar setia “Panteras Negras”, julukan Boavista, yang pernah menyaksikan tim kesayangan mereka berjaya di level Eropa awal tahun 2000-an.
Kini, mereka hanya bisa berharap keajaiban terjadi agar klub kebanggaan Porto itu tidak benar-benar hilang dari peta sepak bola. (*/red)








