Konvoi Dump Truk di Jalintengsum Resahkan Warga Empat Lawang

oleh -67 Dilihat
oleh
Konvoi dump truk bermuatan tertutup terpal melintas di Jalintengsum Tebing Tinggi, Empat Lawang, memicu keluhan warga soal lalu lintas dan kerusakan jalan, Selasa (17/2/2026) sore sekitar jam 18:00 WIB. Foto: */jie/lintangpos.com

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Deru mesin berat memecah suasana senja di Kecamatan Tebing Tinggi, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Sejumlah dump truk melintas beriringan di Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum), bergerak dari arah Tebing Tinggi menuju Kabupaten Musi Rawas.

Peristiwa tersebut sontak menyedot perhatian warga yang sedang beraktivitas di sekitar jalan utama penghubung antarwilayah itu.

Konvoi dump truk yang melintas terlihat berjumlah cukup banyak, masing-masing dengan bak berukuran besar dan muatan tertutup rapat oleh terpal.

Warga menduga kendaraan-kendaraan tersebut mengangkut batu bara yang berasal dari Kabupaten Lahat.

Dugaan itu muncul bukan tanpa alasan. Selain muatan truk yang tampak penuh, pola iring-iringan kendaraan yang berjalan berdekatan dan seolah “memborong” badan jalan sangat identik dengan konvoi angkutan batu bara yang kerap melintas di jalur tersebut.

BACA JUGA: Larangan Truk Batubara 2026, Andi: Jalan Sumsel Akhirnya Aman!

“Angkutan batu bara itu,” ujar Ilmi, salah seorang warga Tebing Tinggi, singkat namun penuh keyakinan.

Menurutnya, konvoi dump truk seperti itu sudah beberapa kali terlihat melintas dalam beberapa waktu terakhir, terutama menjelang dan malam hari.

Kondisi ini, kata dia, cukup mengganggu pengguna jalan lain, terutama kendaraan kecil dan pengendara sepeda motor.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lain.

Mereka menilai keberadaan dump truk bermuatan berat yang melintas secara beriringan terlalu rapat tidak hanya menghambat kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.

Apalagi, Jalintengsum merupakan jalur vital yang ramai dilalui kendaraan antarprovinsi, mulai dari angkutan barang hingga bus penumpang.

BACA JUGA: PLTU Bengkulu Terancam Lumpuh, Puluhan Truk Batubara Disetop di Lubuklinggau 

Selain soal keselamatan, warga juga menyoroti potensi kerusakan jalan.

Beban berat dump truk yang melintas secara terus-menerus dikhawatirkan mempercepat kerusakan aspal, yang pada akhirnya merugikan masyarakat luas.

Beberapa titik jalan di wilayah Empat Lawang, menurut warga, mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas akibat sering dilalui kendaraan bermuatan berat.

“Kami berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang. Jangan sampai jalan rusak parah dulu baru ditindak,” kata seorang warga lainnya.

Harapan itu mengemuka seiring meningkatnya intensitas lalu lintas dump truk dalam beberapa waktu terakhir.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Empat Lawang, AKP Kukuh Fefriyanto, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan terkait jenis muatan dump truk yang dimaksud warga.

BACA JUGA: Diguyur Hujan, Jalan Hauling Batubara Lahat Tetap Dikebut, Target Operasi Tahun Depan Tak Goyah!

Ia menyebut ada kemungkinan kendaraan tersebut bukan mengangkut batu bara, melainkan batu untuk keperluan perbaikan jalan.

“Sepertinya ini batu yang dipakai untuk timbun jalan di Muara Beliti. Kami pastikan lagi malam ini kalau masih ada yang lewat. Terima kasih informasinya,” ungkapnya mengkonfirmasi.

Terkait kebiasaan dump truk yang melintas secara konvoi dengan jarak terlalu dekat, AKP Kukuh mengaku sudah mengetahui pola tersebut.

Menurutnya, para sopir kerap memilih berjalan beriringan karena alasan keamanan dan kekhawatiran jika terjadi gangguan di perjalanan.

“Iya, saya tahu kebiasaan dump truk seperti itu kalau lewat jalur lintas. Takut ada apa-apa di jalan mereka. Nanti anggota saya suruh tegur di jalan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, AKP Kukuh menjelaskan bahwa berdasarkan laporan sementara dari anggotanya, dump truk yang melintas sekitar pukul 18.00 WIB tersebut merupakan angkutan cangkang (sawit) yang berasal dari wilayah Kikim, Kabupaten Lahat, dengan tujuan Provinsi Jambi.

BACA JUGA: Janji Jangan Cuma Omong! Pemerintah Sumsel ‘Semprot’ Pengusaha Batubara Soal Jembatan Muara Lawai yang Belum Diperbaiki

Meski demikian, pihak kepolisian tetap memberikan imbauan kepada para sopir agar tidak melintas secara konvoi rapat dan sebisa mungkin menggunakan jalan poros pada siang hari.

“Sudah kami sampaikan, kalau melintas jangan konvoi dan lewat jalan poros kalau masih siang hari,” tandasnya. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.