Menurut Hartono, apabila buah kurma tersebut tumbuh dengan baik dan memiliki rasa yang manis, maka tanaman ini berpotensi dijadikan contoh untuk dikembangkan lebih luas.
Dinas pertanian nantinya dapat menjadikannya sebagai bahan kajian pengembangan tanaman kurma di Kepahiang maupun daerah lain di Bengkulu.
“Pemerintah daerah akan terus mengamati proses pematangan buah ini sampai benar-benar masak. Dari situ bisa menjadi alat ukur dan referensi bagi dinas pertanian,” tutup Hartono.
BACA JUGA: Kemenag Kepahiang Gaspol Digitalisasi Lewat Bimtek SRIKANDI 3.1
Berbuahnya kurma di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah kini bukan hanya menjadi daya tarik warga, tetapi juga membuka harapan baru bagi pengembangan komoditas tanaman alternatif di Kabupaten Kepahiang.
Jika berhasil, bukan tidak mungkin kurma akan menjadi ikon pertanian baru dari Bengkulu. (*/red)





