Ringkasan Berita:
° Pohon kurma yang ditanam di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah Kepahiang mulai berbuah.
° Meski baru dua tandan yang lebat, fenomena ini menarik perhatian warga dan menjadi bukti bahwa kurma berpotensi tumbuh di Bengkulu.
KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Pemandangan tak biasa terlihat di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu.
Pohon kurma yang ditanam di kawasan masjid tersebut kini mulai menunjukkan hasil, dengan beberapa tandan buah yang tampak tumbuh dan berkembang.
Pantauan di lokasi pada Kamis, 22 Januari 2026, siang, terlihat sejumlah tandan kurma menggantung di pohon.
Meski demikian, hanya dua tandan yang tampak berbuah lebat.
Tandan lainnya masih menunjukkan buah berukuran kecil dan jarang, bahkan sebagian baru mulai berkembang.
Pada dua tandan yang berbuah lebat, buah kurma berwarna hijau cerah terlihat memenuhi rangkaian tandan.
BACA JUGA: Rumah Warga Kepahiang Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Juta
Ukurannya pun terus membesar dan kini telah mencapai sebesar jempol tangan orang dewasa.
Kondisi tersebut menjadi tanda positif bagi pertumbuhan tanaman kurma di wilayah berhawa sejuk seperti Kepahiang.
Fenomena berbuahnya kurma ini langsung menarik perhatian warga.
Sejumlah masyarakat datang ke Masjid Agung Baitul Hikmah hanya untuk melihat langsung, bahkan tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut melalui foto sebagai kenang-kenangan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepahiang, Hartono, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Masjid Agung Baitul Hikmah, menyebut berbuahnya pohon kurma ini sebagai kabar menggembirakan bagi daerah.
“Berbuahnya kurma ini membuktikan jika kurma juga bisa tumbuh dan berbuah di Kepahiang,” ujar Hartono.
BACA JUGA: Korupsi UPS RSUD Kepahiang Masuk Sidang, Satu Tersangka Buron
Meski demikian, Hartono mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil buah kurma yang ada.
Pasalnya, proses pertumbuhan dan pematangan buah masih perlu dipantau secara menyeluruh.
“Kita ingin mengetahui lebih dulu bagaimana perkembangan buahnya, termasuk apakah rasanya manis seperti kurma yang berasal dari Timur Tengah,” jelasnya.
Menurut Hartono, apabila buah kurma tersebut tumbuh dengan baik dan memiliki rasa yang manis, maka tanaman ini berpotensi dijadikan contoh untuk dikembangkan lebih luas.
Dinas pertanian nantinya dapat menjadikannya sebagai bahan kajian pengembangan tanaman kurma di Kepahiang maupun daerah lain di Bengkulu.
“Pemerintah daerah akan terus mengamati proses pematangan buah ini sampai benar-benar masak. Dari situ bisa menjadi alat ukur dan referensi bagi dinas pertanian,” tutup Hartono.
BACA JUGA: Kemenag Kepahiang Gaspol Digitalisasi Lewat Bimtek SRIKANDI 3.1
Berbuahnya kurma di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah kini bukan hanya menjadi daya tarik warga, tetapi juga membuka harapan baru bagi pengembangan komoditas tanaman alternatif di Kabupaten Kepahiang.
Jika berhasil, bukan tidak mungkin kurma akan menjadi ikon pertanian baru dari Bengkulu. (*/red)







