Lautan Selawat di Jakabaring, Ribuan Warga Palembang Mengetuk Langit Demi Sumatera yang Terluka

oleh -137 Dilihat
Ribuan masyarakat Palembang menggelar doa dan selawat bersama di Jakabaring sebagai bentuk empati dan harapan bagi korban banjir di Sumatera, Jum'at (12/12/2025) malam. Foto: istimewa.

Ringkasan Berita:

° Ribuan warga Palembang memadati Bundaran Jakabaring dalam Palembang Darussalam Bersholawat, Jumat malam.

° Dipimpin Habib Syech, doa bersama ini menjadi wujud empati dan solidaritas untuk korban banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Bundaran Jakabaring Palembang berubah menjadi lautan manusia pada Jumat (12/12/2025) malam.

Sejak matahari tenggelam, ribuan warga dari berbagai penjuru kota berdatangan, menyatukan langkah dan niat dalam satu agenda: Palembang Darussalam Bersholawat Mengetuk Langit untuk Sumatera.

Lantunan selawat menggema, dipimpin langsung oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Suasana yang biasanya ramai oleh lalu lintas, malam itu menjelma menjadi ruang doa terbuka.

Cahaya lampu berpadu dengan suara selawat yang sahut-menyahut, menghadirkan nuansa khidmat dan penuh haru.

Kegiatan ini digagas oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa sebagai bentuk solidaritas dan doa bersama bagi saudara-saudara di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang tengah dilanda bencana banjir.

Bagi Ratu Dewa, acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan jeritan hati kolektif warga Palembang.

BACA JUGA: Jakabaring Ditutup! Ribuan Jamaah Padati Sholawat Akbar Bersama Habib Syech, Kota Palembang Bersiap Macet Total

“Mengetuk Langit untuk Sumatra bukan hanya rangkaian kata. Ini adalah doa, jeritan hati, dan harapan yang kita panjatkan bersama agar Sumatra diberi ketenangan, perlindungan, dan kekuatan,” kata Ratu Dewa di hadapan ribuan jamaah.

Ia mengungkapkan, kabar tentang anak-anak yang kehilangan orang tua, keluarga yang kehilangan rumah, hingga warga yang kehilangan mata pencaharian akibat banjir kerap menghampiri benaknya.

Di tengah keterbatasan daya, doa menjadi kekuatan yang diyakini mampu melampaui jarak.

“Bersholawat adalah cara kita mengadu kepada Allah melalui kekasih-Nya, Rasulullah SAW. Saat lisan menyebut nama Nabi, hati kita dipenuhi harapan,” tambahnya.

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu berlangsung penuh kekhusyukan.

Saat doa untuk para korban dibacakan, banyak jamaah menunduk, sebagian meneteskan air mata.

BACA JUGA: Hujan Cuma Sejam, Kota Macet Total! Jalan Tjek Syech Mendadak ‘Jadi Kolam’ Dekat Mesjid Agung

Di antara mereka, Indra, warga Palembang, mengaku terharu dan berharap musibah segera berlalu.

“Acara ini sangat bagus. Kami berharap kehidupan di Sumatra bisa segera pulih,” katanya lirih.

Malam itu, Palembang tidak hanya berselawat. Kota ini mengirimkan doa, harapan, dan pelukan batin untuk Sumatra—mengetuk langit bersama, agar bumi kembali dikuatkan. (*/red)

 

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.