Sistem pendakian akan diberlakukan secara bergantian.
Pendaki yang ingin naik harus menunggu hingga ada pendaki lain yang turun jika kuota puncak telah terpenuhi.
Petugas disiagakan di Posko BRIGADE untuk memantau keluar-masuk pendaki secara ketat.
Tak hanya itu, setelah malam pergantian tahun, aktivitas pendakian Gunung Dempo akan ditutup sementara.
Penutupan ini dimanfaatkan untuk peremajaan jalur, pembersihan lintasan pendakian, serta area pelataran puncak yang kerap dipadati pengunjung.
BACA JUGA: Tiket Kereta Ludes! Libur Nataru 2025/2026 Picu Lonjakan Gila-gilaan di KAI Divre III Palembang
Sementara itu, petugas registrasi pendakian KPH X Dempo, Heriansyah, mengungkapkan bahwa sejak awal Desember 2025 sudah tercatat sekitar 380 pendaki yang melakukan pendakian.
Jumlah tersebut diprediksi meningkat signifikan menjelang akhir tahun.
“Kami berkoordinasi dengan BRIGADE agar lonjakan pendaki tetap terkendali dan keselamatan tetap terjaga,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, tim pengawasan juga akan ditempatkan langsung di kawasan puncak Gunung Dempo selama masa libur Nataru.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan pendakian tetap aman, tertib, dan nyaman di tengah cuaca yang belum bersahabat.
Pendaki pun diimbau untuk mempersiapkan diri dengan matang, memantau kondisi cuaca, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku demi pengalaman pendakian yang aman dan berkesan. (*/red)






