BACA JUGA: Truk Pecah Ban di Jalintim Palembang–Jambi, Picu Kecelakaan Beruntun
Dengan kondisi itu, potensi ancaman lanjutan dapat segera dikendalikan.
“Anjingnya sudah mati tadi pagi. Tapi kami tetap imbau warga agar waspada terhadap hewan peliharaan maupun hewan liar yang menunjukkan perilaku agresif atau tidak biasa,” tegasnya.
Pemerintah desa meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda-tanda hewan yang berpotensi rabies, seperti tiba-tiba agresif, mengeluarkan air liur berlebihan, atau tampak gelisah tanpa sebab.
“Kalau ada hewan yang mencurigakan, segera laporkan ke pemerintah desa. Jangan dibiarkan karena bisa membahayakan nyawa warga,” pungkas Jeksin.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan serta kesehatan hewan peliharaan mereka. (*/red)






