Kondisi ini tentu berdampak langsung pada pelayanan publik.
Warga yang datang sejak pagi harus menunggu tanpa kepastian, bahkan tak jarang pulang dengan tangan kosong karena urusan tak terselesaikan.
“Kadang kami sudah datang pagi, tapi sampai siang tidak ada juga. Terpaksa pulang lagi,” kata warga lainnya dengan nada kecewa.
BACA JUGA: Daftar Nama Pejabat yang Dirotasi Walikota Prabumulih dari Lurah, Camat Hingga Kepala Dinas
Lebih jauh, warga menduga bahwa sang lurah lebih sering menghabiskan waktu di kebun milik pribadinya dibanding menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintahan.
Dugaan ini memperkuat kekecewaan masyarakat yang berharap adanya pelayanan yang profesional dan bertanggung jawab.
Dalam perspektif pelayanan publik, keberadaan lurah menjadi ujung tombak pemerintahan di tingkat kelurahan.
Ketidakhadiran secara konsisten bukan hanya berdampak administratif, tetapi juga dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Empat Lawang, agar persoalan ini tidak berlarut-larut.






