Marapi Meletus Lagi, Abu Tebal Menyembur 300 Meter

oleh -55 Dilihat
oleh
Gunung Marapi Sumatera Barat meletus, lontarkan abu vulkanik setinggi 300 meter. Aktivitas terekam seismograf, status masih Level II waspada, Minggu (18/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali meletus pada Minggu pagi, 18 Januari 2026.

° Erupsi melontarkan abu vulkanik tebal setinggi 300 meter selama lebih dari dua menit.

° Warga diminta tetap waspada dan menjauhi radius bahaya.


PADANG, LINTANGPOS.com – Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan peningkatan.

Gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu meletus pada Minggu (18/1/2026) pagi, memuntahkan abu vulkanik tebal setinggi ratusan meter dari puncak.

Berdasarkan laporan Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, erupsi terjadi tepat pukul 10.51 WIB.

Kolom abu teramati menjulang sekitar 300 meter di atas puncak gunung, dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas sedang hingga tebal.

“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 18 Januari 2026 pukul 10.51 WIB dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 300 meter di atas puncak,” ujar petugas PGA Marapi, Ilhamdi Saputra.

Erupsi Berlangsung Lebih dari Dua Menit

BACA JUGA: Solidaritas Tanpa Batas! Dari Empat Lawang Mengalir 1,7 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi

Letusan Marapi terekam berlangsung selama 2 menit 25 detik atau sekitar 145 detik.

Dalam catatan seismogram, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum mencapai 7 milimeter, menandakan tekanan magma yang masih aktif di dalam perut gunung.

Arah sebaran abu terpantau condong ke utara dan timur laut, mengikuti arah angin saat erupsi terjadi.

Meski tidak disertai suara dentuman keras, lontaran abu terlihat cukup tebal dari pos pengamatan.

Status Waspada Masih Berlaku

Gunung Marapi saat ini masih berada pada status Level II atau waspada, yang telah ditetapkan sejak Senin (1/7/2024).

BACA JUGA: Dari Bencana hingga Prestasi, Sumsel Melangkah Penuh Dinamika

Dalam beberapa hari terakhir, gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut ini memang kerap menunjukkan peningkatan aktivitas.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, khususnya di sekitar Kawah Verbeek yang menjadi titik utama erupsi.

Warga Diminta Waspadai Potensi Lahar

Selain ancaman erupsi, warga yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan.

Curah hujan yang tinggi berpotensi memicu aliran lahar dingin, yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Petugas mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi, demi keselamatan bersama. (*/red)