Ringkasan Berita:
° Pemprov Sumsel memberangkatkan hampir 15 ton bantuan logistik ke Sumatera Barat menggunakan pesawat Hercules TNI AU dari Lanud SMH Palembang.
° Gubernur Herman Deru hadir langsung melepas rombongan dan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Di bawah langit pagi Palembang yang cerah namun penuh kesibukan, deru mesin Hercules milik TNI Angkatan Udara terdengar menggetarkan Landasan Udara Sri Mulyono Herlambang (SMH).
Rabu (10/12/2025) itu bukan hari biasa. Hampir 15 ton bantuan kemanusiaan milik Pemprov Sumatera Selatan bersiap terbang menuju Sumatera Barat—daerah yang tengah berjibaku memulihkan diri usai bencana alam.
Di antara petugas yang mondar-mandir memeriksa muatan, tampak Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, hadir langsung, mengenakan rompi lapangan yang menandai kesiapannya berada di barisan depan aksi solidaritas ini.
Wajahnya tampak tegas, namun sorot matanya memancarkan empati.
“Ini bukan soal jumlah, ini soal kebersamaan,” ujarnya lantang saat pelepasan bantuan.
Ia mengaku bangga pada berbagai elemen masyarakat dan instansi yang bahu-membahu mengumpulkan logistik—mulai dari makanan, selimut, perlengkapan kesehatan, hingga kebutuhan darurat lainnya.
BACA JUGA: 153 Desa Terancam Tenggelam? Banyuasin Resmi Siaga Banjir, Warga Diminta Bersiap!
Deru menambahkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Sumsel terhadap saudara sebangsa.
“Kita kirim yang terbaik. Semoga bisa meringankan beban masyarakat di Sumbar,” katanya.
Suasana di apron Lanud SMH terasa haru sekaligus heroik. Petugas TNI AU memastikan setiap paket tertata rapi, tali pengikat kencang, dan daftar distribusi lengkap.
Begitu seluruh prosedur disetujui, pintu pesawat ditutup, dan baling-baling mulai berputar.
Dentuman khas Hercules menggema, seolah menjadi simbol bahwa harapan dan kepedulian sedang bergerak menuju titik-titik terdampak.
Momen itu bukan sekadar pengiriman logistik. Ia menjelma menjadi pengingat: di tengah bencana dan kelamnya situasi, selalu ada tangan-tangan yang terulur.
BACA JUGA: Terobos Banjir Demi Kemanusiaan! Tim Medis Sumsel Jadi Penolong Pertama di Aceh Tamiang
Dan dari Palembang, pagi itu, tangan itu bernama Sumatera Selatan. (*/red)






