Ia menambahkan, kesuksesan SRGF 2025 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk masyarakat OKU Selatan yang selalu mendukung penuh.
Deru juga menyoroti dampak ekonomi dari gelaran tahunan ini.
Kehadiran ribuan peserta dan pendampingnya membuat hotel, kuliner lokal, hingga pedagang UMKM mendapat angin segar.
“Event seperti ini sangat bermanfaat untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Pariwisata, pertanian, hingga perkebunan bisa ikut terpromosikan,” tuturnya.
Bupati OKU Selatan Abusama pun menilai SRGF sebagai momentum penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerahnya.
BACA JUGA: Pesona Pantai Pelangi Danau Ranau, Surga Tersembunyi di Sumatera Selatan
Dengan semakin tingginya minat peserta setiap tahun, ia optimistis pertumbuhan ekonomi lokal akan ikut terdongkrak.
Tahun ini, SRGF menghadirkan berbagai kategori yang menjangkau banyak kalangan: Men Elite (19–29 tahun), Men Junior (17–18 tahun), Men Master A (30–39 tahun), Men Master B (40–49 tahun), Men Master C (50+), Women (16+), hingga MTB Men (16+).
Keragaman kategori itu membuat event ini semakin inklusif dan semarak.
Di balik keringat dan kayuhan, para peserta membawa pulang lebih dari sekadar medali.
Mereka membawa cerita, pengalaman, dan kenangan tentang Danau Ranau — permata alami Sumatera Selatan yang semakin bersinar berkat Sriwijaya Ranau Gran Fondo. (*/red)






