Gebrakan Baru! Muba Buka ‘Jalur Cepat’ Pendidikan Gratis untuk Cetak SDM Sawit Kelas Industri

oleh -82 Dilihat
Muba memperluas akses pendidikan vokasi sawit lewat kerja sama dengan AKPY–STIPER, membuka peluang beasiswa gratis dan penempatan kerja bagi generasi muda. (*/IST)

Ringkasan Berita:

° Pemkab Muba menjajaki kerja sama dengan AKPY–STIPER untuk membuka akses pendidikan vokasi gratis bagi generasi muda.

° Lewat beasiswa BPDPKS dan CSR perusahaan sawit, program ini menyiapkan tenaga terampil sekaligus menjawab kebutuhan industri perkebunan daerah.


MUSI BANYUASIN, LINTANGPOS.com Upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor perkebunan kembali mendapat dorongan besar dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), pemerintah daerah membuka peluang kolaborasi strategis dengan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY–STIPER), lembaga vokasi yang dikenal sebagai “dapur pencetak” tenaga terampil untuk industri kelapa sawit.

Di bawah kepemimpinan Bupati HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman, Muba terus menambah terobosan baru untuk memperluas akses pendidikan vokasi bagi generasi muda.

Langkah terbaru ini menjadi angin segar bagi putra-putri daerah yang ingin menempuh pendidikan gratis sekaligus memperoleh kepastian kerja.

Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga AP, menegaskan bahwa penjajakan kemitraan dengan AKPY–STIPER bukan sekadar proyek kerja sama, melainkan strategi jangka panjang untuk menjawab kebutuhan industri sawit yang semakin kompetitif.

“Harapannya generasi muda Muba bisa menempuh pendidikan vokasi melalui beasiswa BPDPKS maupun CSR perusahaan perkebunan di wilayah kerja Muba,” ungkapnya, Sabtu (15/11/2025).

BACA JUGA: Beasiswa Fulbright 2026 Resmi Dibuka, Peluang Emas Studi S2 dan S3 di Amerika Serikat

Skema yang ditawarkan pun cukup jelas: mahasiswa dididik di kampus vokasi dengan biaya perusahaan, lalu setelah lulus kembali magang dan bekerja di perusahaan yang membiayai mereka.

Model ini menghadirkan hubungan saling menguntungkan—anak muda memperoleh pendidikan gratis dan peluang kerja, sementara perusahaan mendapatkan tenaga terampil yang sesuai kebutuhan.

Data Disnakertrans menunjukkan tren meningkatnya jumlah mahasiswa Sumsel penerima beasiswa BPDPKS sejak 2021.

Dari total tersebut, Muba menyumbang 67 mahasiswa, dan pada 2025 terdapat 19 putra-putri Muba yang tengah menempuh pendidikan vokasi melalui skema beasiswa ini.

Pemerintah daerah pun mendorong seluruh kecamatan aktif mengirimkan calon peserta agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

“Kita ingin semakin banyak putra-putri Muba yang mendapatkan pendidikan gratis dan mampu membawa Muba maju lebih cepat,” tegas Sinulingga.

BACA JUGA: Beasiswa Fulbright 2026 Resmi Dibuka, Peluang Emas Studi S2 dan S3 di Amerika Serikat

Dari pihak akademisi, komitmen serupa disampaikan perwakilan AKPY–STIPER, Arief Panca Putra.

Ia menyebut kampus telah menyiapkan kurikulum, fasilitas praktik, hingga sistem pendampingan yang relevan dengan kebutuhan industri perkebunan modern.

Sejak 2021, total 334 mahasiswa asal Sumatera Selatan telah menjadi penerima beasiswa BPDPKS, termasuk 67 mahasiswa dari Muba.

Arief melihat Muba sebagai daerah dengan potensi perkebunan yang sangat besar, sehingga penguatan SDM lokal menjadi keharusan.

“Kami siap mendukung program Muba menciptakan SDM unggul melalui pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri sawit,” tandasnya.

Dengan peluang beasiswa terbuka lebar, kerja sama ini diharapkan menjadi “jalur cepat” bagi generasi muda Muba untuk menyiapkan masa depan yang lebih cerah—dan sekaligus memperkuat industri sawit daerah yang telah lama menjadi tulang punggung ekonomi. (*/red)