Gua Harimau di OKU mengungkap peradaban purba melalui 82 kerangka manusia dan lukisan dinding, kini berkembang menjadi museum dan destinasi wisata sejarah Sumsel. (*/IST)
° Gua Harimau di OKU, Sumsel, menyimpan jejak dua ras manusia purba, puluhan kerangka, dan lukisan dinding berusia ribuan tahun.
° Bermula dari penemuan batu obsidian, situs ini berkembang menjadi museum arkeologi yang digadang menjadi destinasi wisata sejarah terpenting di Sumatra Selatan.
OKU, LINTANGPOS.com – Di balik rimbunnya kars dan semak belukar di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), tersembunyi sebuah ruang waktu yang membeku ribuan tahun: Gua Harimau.
Kawasan ini, yang awalnya hanya terdengar seperti cerita rakyat dan mitos desa, kini berubah menjadi salah satu situs arkeologi paling penting di Indonesia.
Penemuan besarnya justru berawal dari momen sederhana.
Sekelompok arkeolog yang tengah dalam perjalanan pulang dari Jambi memilih berhenti di sebuah rumah makan di tepi Sungai Ogan.
Sambil menunggu hidangan, salah satu arkeolog memperhatikan bebatuan di halaman.
Sebongkah batu obsidian yang menyerupai kapak batu purba langsung memantik rasa penasarannya. Naluri arkeolognya tersulut.
Ia turun ke pinggir sungai, menyibak bebatuan lain—dan menemukan lebih banyak serpihan obsidian. Ada “sesuatu” di desa ini, pikirnya.
Keberuntungan makin berpihak ketika ia bertemu Ferdi, warga Padang Bindu yang sedang makan di tempat yang sama.
Dari percakapan singkat itulah nama Gua Harimau muncul—bersama sejumlah gua lain yang biasa jadi lokasi pencarian sarang walet.
Namun, ada sesuatu pada nama “Gua Harimau” yang membuat sang arkeolog mengerenyit, seolah insting masa lalunya ikut memanggil.
Peninjauan ke gua pun dilakukan. Begitu memasuki mulut gua, para arkeolog langsung disambut lukisan-lukisan karst (art rock) pada dinding.
Temuan itu menjadi pintu masuk ke pengungkapan sejarah besar yang selama ini tersimpan di bawah kegelapan gua.
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Tebing Tinggi, Empat Lawang, Minggu siang. Warga menyambut gembira…
ORADO Empat Lawang mengirim 14 atlet ke Open Tournament Domino Piala Panglima TNI di Lahat.…
Sumatera Selatan menjadi ikon Kriyanusa 2026 di JICC Jakarta. Herman Deru hadir menyaksikan produk dan…
Herman Deru mendorong pemuda Sumsel mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui…
Film Lobang Buaya karya Hanung Bramantyo mengandalkan misteri pembunuhan dan plot twist, dengan latar fiksi…
Nama Sabina Guseynova kembali dicari setelah Guruh Soekarnoputra meninggal. Keduanya menikah pada 2002 dan berpisah…